AYOJAKARTA.COM - Pemerintah kabupaten maupun provinsi memberikan perhatian khusus kepada korban dampak ledakan di Blitar.
Kejadiaan nahas berdampak puluhan korban luka serta hilangnya nyawa dan hancurnya rumah tersebut terjadi pada Minggu 19 Februari 2023.
Dilaporkan empat orang korban ledakan Blitar meninggal dunia dan 23 lainnya mengalami luka ringan.
Puluhan rumah rusak dengan kategori hancur rata dengan tanah, rusak berat hingga ringan, serta satu tempat ibadah rusak ringan.
Baca Juga: Kena Sentil Bupati Bandung Soal Fly Over Bojongsoang, Ridwan Kamil: Tinggal Minta Baik-baik!
Lantas bagaimana nasib korban ledakan Blitar dan siapa yang harus bertanggung jawab?
Seperti diketahui, ledakan ini diperkirakan berasal dari bahan petasan milik warga yang ikut menjadi korban meninggal dunia.
Sehingga bisa dikatakan kejadian nahas tersebut bukanlah bencana alam melainkan kelalaian beberapa pihak yang turut serta menjadi korban.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan angin segar bagi para korban ledakan Blitar.
Hal ini disampaikan Gubernur Jatim dalam tinjauan langsung ke tempat kejadian ledakan bersama Bupati Blitar, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya.
Baca Juga: Fakta Ledakan Blitar Yang Mengakibatkan Korban Jiwa Serta Kerusakan 25 Rumah
Dikutip ayojakarta.com dari Instagram resmi milik pemerintah Kabupaten Blitar yakni @pemkab_blitar pada Rabu 22 Februari 2023, disebutkan Bupati Blitar Rini Syarifah bersama sekretaris daerah atau sekda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD turut serta mendampingi kunjungan tinjauan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di tempat kejadian.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pemerintah provinsi dan kabupaten akan memberikan bantuan kepada korban terdampak ledakan Blitar.
Gubernur Jatim juga menuturkan akan dibuat skema regulasi atau pengaturan sebagai payung hukum intervensi bantuan yang diberikan.
"Setelah proses identifikasi selesai saya rasa proses rehabilitasi dari yang terdampak bisa kita lakukan,"ujar Gubernur Jatim.
Baca Juga: Update Ledakan Petasan di Blitar: Potongan Tubuh Korban Jiwa Ditemukan, Polisi Sebut Ada 4 Orang!
Disampaikan pula tanggap darurat dilaksanakan selama 14 hari setelahnya dapat mulai rekonstruksi.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Blitar telah meninjau langsung tempat kejadiaan nahas selang sehari setelah ledakan terjadi, tepatnya Senin 20 Februari 2023.
Bupati Blitar Rini Syarifah mengingatkan warga korban ledakan Blitar agar tidak menempati rumah mereka untuk sementara waktu.
Pemerintah Kabupaten Blitar telah menyiapkan lokasi pengungsian berikut dapur umum bagi para warga yang menjadi korban ledakan tersebut.
Ditegaskan oleh Rini Syarifah, seluruh biaya pengobatan maupun perawatan korban dampak ledakan ditanggung Pemerintah Kabupaten Blitar.***

Share this article
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Rini Syarifah bakal membantu para korban terdampak ledakan di Blitar.