AYOJAKARTA.COM--Hasil sidang kode etik profesi Richard Eliezer turut ditanggapi oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.
Martin Lukas Simanjuntak menilai hasil sidang kode etik Richard Eliezer sudah tepat.
Hal itu karena menurut Martin Lukas Simanjuntak, Richard Eliezer sudah mengakui semua perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga Brigadir J.
"Apa yang diputuskan oleh sidang etik kepolisian dalam pertimbangannya sudah tepat," ucap Martin seperti dikutip Ayojakarta.com pada siaran youtube Kompas.com.
Lebih lanjut, Martin juga mengatakan berharap putusan sidang etik tersebut menjadi kesempatan bagi Richard Eliezer untuk menebus semua kesalahannya.
Diketahui bahwa Richard Eliezer telah melaksanakan sidang kode etik profesi pada Rabu 22 Februari 2023.
Baca Juga: Gagah! Penampakan Bharada E Berseragam Lengkap Jalani Kode Etik, Warganet: Gantengnya..
Hasil sidang kode etik profesi Eliezer pun langsung diumumkan dengan hasil tanpa pemecatan kepadanya.
Namun sanksi yang diberikan oleh kepolisian kepada Richard Eliezer berupa demosi selama 1 tahun.
Saat menghadiri sidang kode etik profesi, Richard Eliezer nampak mengenakan seragam lengkapnya.
Saat akan memasuki ruang sidang di Gedung TNCC Mabes Polri, tempat sidang kode etik dilaksanakan, Richard Eliezer terlihat di dampingi anggota polisi dari Divisi Propam Polri.
Sidang kode etik tersebut dilakukan secara tertutup namun turut dihadiri dan dipantau oleh Kompolnas yang diwakili Benny Mamoto dan Poengky Indarto.
Sebelumnya Richard Eliezer telah lebih dulu menjalani sidang vonis atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ke pada Rabu 15 Februari 2023.
Richard Eliezer divonis hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dengan pertimbangan salah satunya dari hakim adalah karena status Justice Collaborator yang disandangnya.
Putusan itu jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya yakni 12 tahun penjara.
Dengan kata lain, usai menjalani hukumannya di penjara, Eliezer masih memiliki kesempatan untu terus berkarir di kepolisian dan menggapai cita-citanya.***

Share this article
Martin juga mengatakan berharap putusan sidang etik tersebut menjadi kesempatan bagi Richard Eliezer untuk menebus semua kesalahannya.