AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah sepasang suami istri yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Putri Candrawathi kerap menarasikan bahwa peristiwa kematian Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo usai adanya pelecehan seksual.
Akan tetapi, hingga kini Putri Candrawathi belum memberikan bukti yang kuat terkait pelecehan seksual oleh Brigadir J tersebut.
Baca Juga: Waduh! Simpati Publik Berubah Jadi Makian Sejak Kamaruddin Simanjuntak Minta Naikkan Jabatan Yosua
Tidak sedikit publik yang menyoroti narasi pelecehan seksual itu.
Banyak yang meragukan akan tuduhan Putri Candrawathi pada Yosua.
Melansir dari kanal YouTube Official iNews, Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso mengatakan ada hal yang ditutupi oleh pihak Ferdy Sambo.
Akan tetapi, sesuatu yang ditutupi tersebut belum ada cukup bukti.
Kemudian Sugeng menyebut informasi yang ia dapatkan yakni adanya hubungan konsensual.
"Jadi ada hubungan konsensual antara mereka," ujar Sugeng dikutip pada Kamis, (23/2/2023).
"Ya si nyonya ini, konangan (ketahuan). Jadi dia ngarang cerita sama suaminya," imbuhnya.
"Itu sederhana sekali, udah gitu aja," tambahnya sembari tertawa kecil.
Dalam hal ini, Sugeng menyebut adanya hubungan konsensual antara Yosua dan Putri Candrawathi.
Lalu menurut Sugeng, hal itu nyaris diketahui oleh pembantu Putri Candrawathi.
Sehingga kata IPW setelah itu dibuatkan sebuah perjanjian yakni narasi pelecehan seksual.
Istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi divonis 20 tahun penjara. Sementara Ferdy Sambo sendiri diberi vonis mati oleh hakim.***

Share this article
Putri Candrawathi kerap menarasikan bahwa peristiwa kematian Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo usai adanya pelecehan seksual.