AYOJAKARTA.COM - Kekayaan Pejabat DJP Rafael Alun Trisambodo memang sangat fantastis, hampir setara dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Rafael Alun memiliki harta kekayaan mencapai Rp.56,1 miliar, sedangkan Menkeu Sri Mulyani diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp58 miliar.
Harta kekayaan Rafael Alun dan Sri Mulyani memang sukses bikin ngiler.
Baca Juga: ASN Punya Harta hingga Rp 56,1 miliar, Eks Kabareskrim Susno Duadji Sebut Sri Mulyani Kecolongan
Baru-baru ini memang kekayaan para pejabat sedang menjadi sorotan publik usai kasus penganiayaan Mario Dandy kepada David anak petinggi GP Ansor.
Hal itu karena warganet juga turut menyoroti gaya hidup yang dipamerkan oleh Mario Dandy yang ternyata anak pejabat pajak.
Mario Dandy kerap memamerkan mobil Rubicon dan motor Harley yang mana kedua kendaraan tersebut tidak terdata dalam situs LHKPN, Rafael Alun.
Namun, ayah Mario Dandy mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut bukanlah hak miliknya.
Sebagai seorang pajabat pajak, ayah Mario Dandy memang nampak tajir melintir.
Namun ternyata Rafael bukanlah orang yang paling kaya di Kementerian Keuangan.
Kalau kalian mengira yang paling kaya di Kemenkeu adalah Sri Mulyani, maka itu salah.
Sebab sebagaimana yang dilansir AyoJakarta.com dari laman suara.com, disebutkan bahwa orangnya bukanlah Sri Mulyani.
Namun, orang yang memiliki kekayaan tertinggi di Kemenkeu justru dipegang oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahazil Nazara.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pada 2021, Suahasil Nazara menjadi orang terkaya di Kemenkeu dengan harta kekayaan mencapai Rp 78.712.308.017 atau Rp 78 miliar.
Menurut LHKPN, Suahasil Nazara banyak menempatkan kekayaannya di surat berharga. Total, aset senilai Rp44,50 miliar berada di instrumen surat berharga.***
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul "Kekayaannya Lampaui Sri Mulyani, Ini Dia Orang Paling Tajir di Kemenkeu"

Share this article
Rafael Alun memiliki harta kekayaan mencapai Rp.56,1 miliar, sedangkan Menkeu Sri Mulyani diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp58 miliar.