AYOJAKARTA.COM--Kasus penganiayaan brutal yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio (MDS) seorang putra pejabat Dirjen Pajak kepada David Ozora masih menyisakan sejumlah fakta yang belum terungkap.
Kabar terakhir setelah perubahan status yang dilakukan oleh pihak Kepolisian terhadap AG menjadi anak yang berkonflik dengan hukum adalah munculnya sosok Kakak AG. Sosok kakak AG yang bernama Ivana Yoan buka suara terkait kasus yang sedang dialami oleh adiknya tersebut.
Dalam unggahan akun Tik Tok @FLASHNEWS (6/3/2023), Yoan kakak dari AG mengatakan bahwa banyak ancaman yang diterima oleh keluarganya terkait kasus penganiayaan ini sehingga memaksanya untuk buka suara.
Yoan menjelaskan bahwa saat kejadian itu, adiknya syok dan merasa takut akan kejadian yang dialami oleh D, oleh karena itu saat diberikan handphone oleh salah satu tersangka langsung diterima saja oleh AG.
"Dia takut pada saat itu, makanya dia refleknya mengalihkan pandangan, dan makanya waktu diberikan handphone dia terima terima aja karena dia disini syok," ungkap Yoan.
"AG disitu sama sekali tidak menunjukkan ekspresi senang, dia malah takut di situ, ketika detik-detik terakhir ibu dari saksi R ini yakni saksi N berteriak Woy, jadi setelah teriakan woy dari ibu R ini AG tersentak, tersadar dari syoknya dan respon pertamanya adalah mematikan handphone yang diberikan," lanjutnya.
Namun pernyataan dari Yoan tersebut dipatahkan oleh salah satu akun Twitter yakni @muanas_alaidid yang merupakan pengacara dari saksi N.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi N tersebut tidak ada raut muka menyesal dari ketiga orang yang ditetapkan sebagai pelaku.
"saat saksi N keluar dari rumahnya menuju lokasi, ia melihat MD, S, & AG. David pun terlihat telah terkapar tidak berdaya, kliennya melihat tidak ada raut penyesalan dari ketiga pelaku. Pdhl saat itu kondisi David dinilai telah kritis," tulis muanas_alaidid melalui akun Twitternya.
Selain itu melalui akun Twitternya dijelaskan pula bahwa tidak ada upaya pertolongan dari ketiga pelaku terkait kondisi D, atau sekedar teriakan minta tolong dan muka sedih.
"Bahwa saksi N memastikan selain pelaku MDS yang berada di lokasi kejadian yaitu S dan anak AG, ketika saksi N tiba di TKP, posisi mereka tidak sedang menolong korban anak D, tidak ada teriakan minta tolong dan tidak ada air muka sedih," tulis Muannas dalam akun Twitternya.
Cuitan tersebut kemudian menuai berbagai reaksi dari netizen, beberapa diantaranya meminta agar saksi tersebut dilindungi agar terhindar dari intervensi dari pihak tersangka.
"Maaf pak. Tolong saksi N dan R dilindungi. Jangan sampai ada intervensi dan intimidasi dari pihak AGH," tulis akun @PsychopathGila.
"Andai saksi N tdk datang dan meneriaki mereka, mungkin mereka masih akan lanjut menghajar David," tulis akun @faturHWMI.***

Share this article
Yoan menjelaskan bahwa saat kejadian, adiknya tersebut syok dan merasa takut akan kejadian yang dialami oleh D