AYOJAKARTA.COM – Ada yang menarik dari kasus pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo (RAT) yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bagaimana tidak? kasus Rafael Alun ini bermula dari tragedi penganiayaan sang anak, Mario Dandy Satriyo terhadap David.
Bahkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir 40 rekening milik Rafael Alun Trisambodo.
Baca Juga: Babak Baru! Kuasa Hukum AG Klaim Jika Kliennya Dijebak Mario Dandy, Ada Bukti?
Mutasi dari mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ini disinyalir mencapai Rp500 miliar.
Baru-baru ini KPK menyebut ada anggota geng Rafael di lingkungan DJP.
Menanggapi hal tersebut Eks Kepala PPATK, Yunus Husein menilai terungkapnya harta kekayaan dari Rafael Alun sangat mengejutkan.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis, (9/3/2023), menurut Yunus Husein harta Rafael Alun bahkan melebihi Dirjen nya sendiri.
Seperti yang diketahui Dirjen Pajak, Suryotomo hanya memiliki aset Rp14 miliar, sementara Menkeu, Sri Mulyani memiliki aset sebesar Rp58 miliar.
“Kalau dari total yang dia laporkan saja, kita anggap laporan itu benar, Rp56 miliar itu jumlah yang sangat besar mengalahkan aset Ditjen nya, mendekati aset Menterinya, jadi itu memang surprising,” kata Eks PPATK.
Yunus Husein meyakini bahwa bukan hanya geng Rafael yang bermain dengan pencucian uang di lingkungan DJP.
“Tapi bukan hanya ini sebetulnya, saya yakin masih ada yang lain, seperti kasus kasus pajak sebelumnya,” jelas Yunus.
“Memang disitu ada semacam polarisasi, ada geng yang disebutkan KPK, saya juga pas di dalam seperti itu,” lanjutnya.
Menurut hemat Yunus masih ada 5% (lima persen) pegawai DJP yang rusak.
Dikatakan Eks Ketua PPATK itu mereka menjadi dukun.
“Dan yang rusak-rusak itu masih ada walaupun tidak mayoritas, kurang lebih kalau kita hitung-hitung menurut informasi dari dalam 5% masih ada pegawai Pajak,” ungkap Yunus.
“Dulu pada zamannya Fuad Rahmany (Dirjen Pajak Kemenkeu 2011-2014) dia bilang mereka ini banyak yang menjadi dukun,” tuturnya.
Lebih lanjut, dukun tersebut ternyata dipelihara oleh yang wajib pajak.
“Dukun itu, dia dipelihara oleh yang wajib pajak sebenarnya, jadi dia menjadi konsultan, teks planning,” pungkas Yunus.***

Share this article
Eks Kepala PPATK, Yunus Husein menilai terungkapnya harta kekayaan dari Rafael Alun sangat mengejutkan, yakni ada anggota geng Rafael!