Cuaca Panas dan Sinar UV Ekstrem Terjang Indonesia, BMKG Ungkap Alasannya Karena Ini

Cuaca Panas di Indonesia
Cuaca Panas di Indonesia

AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita menyampaikan alasan mengapa cuaca di Indonesia saat ini sangat panas.

Cuaca panas ekstrem ini pun sangat dikeluhkan oleh masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Selain itu, BMKG juga sempat merilis bahwa paparan radiasi sinar Ultra Violet (UV) yang menimpa wilayah Indonesia tergolong dalam kategori ekstrem.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 2 Akan Cair April 2023? Simak 7 Kategori Penerima Berikut Ini, Barangkali Anda Termasuk

Lalu apakah cuaca panas ekstrem yang menerjang wilayah Indonesia saat ini berpengaruh terhadap paparan sinar UV yang juga disebut ekstrem oleh BMKG?

Dilansir Ayojakarta.com pada siaaran TV One News, Kamis (27/4/2023), Kepala BMKG Dwikorita menjelaskan alasannya karena hal ini.

“Sekarang udara panas kenapa? Karena saat ini memasuki bulan April, posisi gerak semu matahari ini tepat berada di atas khatulistiwa. Kebetulan sudah memasuki musim kemarau, sehingga tuntutan awan-awan ini sudah bersih. Kita lihat dari staelit itu hitam, artinya clear,” terang Dwikorita.

Dwikorita kemudian juga menjelaskan bahwa antara cuaca ekstrem dan paparan sinar UV ekstrem itu tidak saling berpengaruh satu sama lain, dua hal tersebut dikatakannya adalah berbeda.

Baca Juga: Ibunda Aditya Hasibuan Terusik dengan Akun Twitter yang Buat Video Penganiayaan Anaknya Viral!

“Sehingga kembali ke sinar matahari yang memancar sinarnya termasuk UV ini bukan suhu udara, ini panjang gelombang pancaran sinar matahari. Dan ini langsung ke permukaan bumi tidak ada tameng penutup awan, sehingga suhunya terasa lebih tinggi karena tidak ada tutupan awan dan juga pancaran UV ini menjadi langsung ke permukaan,” ujar Dwikorita.

“Tapi itu dua hal yang berbeda, bukan karena UVnya tinggi lalu suhunya menjadi panas, bukan. Itu dua parameter yang berbeda” lanjutnya.

Seperti yang diketahui, paparan sinar UV sendiri apabila diterima oleh manusia dalam jumlah yang berlebihan itu sangat berbahaya bagi kulit.

Dwikorita kemudian menjelaskan bagaimana perhitungan indeks sinar UV yang terjadi di Indonesia saat ini.

Baca Juga: Suhu Panas Masih Berlangsung, BMKG Imbau Masyarakat Indonesia Tidak Panik dan Tetap Waspada, Apa Alasannya?

“Jadi BMKG melakukan perhitungan analisis secara matematis dengan pemodelan seperti ini,” terangnya.

“Indeks UV ini bisa dihitung ya untuk Biologically effective dosenya yang paling rendah ini satu sampe dua, tiga. Semakin tinggi jika warnanya kuning, kemudian orange kemudian merah sampai ungu,” jelas Dwikorita sambil memaparkan sebuah paparan terkait indeks UV di Indonesia.

Dalam penjelasannya, saat pukul 09.00 WIB pagi, daerah Indonesia Barat masih berwarna hijau yang artinya sinar UV masih tergolong rendah.

“Indonesia Barat masih hijau sampai kuning ini relatif masih rendah,” ujarnya.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 2 Akan Cair April 2023? Simak 7 Kategori Penerima Berikut Ini, Barangkali Anda Termasuk

Namun menurut Dwikorita, karena adanya gerak semu matahari, meskipun pada jam 9 pagi bagian Barat Indonesia masih rendah, berbeda dengan Indoneisa bagian Timur tepat di Lautan Pasifik.

“Lautan pasifik ungu, sudah 11. Indonesia Timur merah,” jelasnya lagi.

Pada pukul 10 pagi, sudah mulai ada pergerakan lagi dan Indonesia Barat sudah menunjukkan warna orange.

Daerah Kalimantan bahkan telah masuk warna merah, Indonesia Timur masih berwarna merah.

“Pukul 11 ini saatnya merah hampir merata, berarti ini paparannya sudha tergolong tinggi,” terang Dwikorita.

Baca Juga: FIX! PKH Tahap 2 dan 4 Bansos Tambahan Cair Usai Lebaran, BPNT Maret-April via KKS Cair Serentak,Cek Jadwalnya

Begitu juga di pukul 12 siang, warna merah terus bergerak ke arah Barat Indonesia.

Namun menurut Dwikorita, semakin siang maka paparan sinar UV akan bergerak semakin rendah.

Terlihat warna pada penjelasan di layar BMKG semakin sore hari, maka warna indeks UV semakin hijau yang artinya kembali turun.

Sampai pada jam 17.00 WIB seluruh daerah di Indonesia telah bersih dari paparan sinar UV.

Baca Juga: Terungkap Selingkuh Lagi, Virgoun Minta Setujui Poligami Hingga Sang Istri Ajukan Persyaratan Ini

Menurut Dwikorita, hal ini menjadi fenomena alam yang sangat biasa.

Fenomena tersebut akan berangsur terjadi setiap hari, hanya saja bedanya saat ini tutupan awan sedang sangat bersih sehingga sangat terasa di permukaan bumi.

Dwikorita sangat menganjurkan bagi masyarakat untuk menggunakan proteksi seperti sunblock dan jangan terlalu lama berada di bawah sinar matahari.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Sinar UV Ekstrem
# cuaca panas di Indonesia
# BMKG

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.