AYOJAKARTA.COM -- Anies Baswedan, bakal Capres 2024 yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan buka suara soal elektabilitas dirinya di beberapa lembaga survei.
Seperti yang diketahui, elektabilitas Anies Baswedan di nomor tiga pada beberapa lembaga survei sebagai bakal Capres 2024.
Anies Baswedan pun langsung membahas tentang Pilkada DKI Jakarta yang diselenggarakan 2017 lalu.
Baca Juga: Rizky Febian dan Mahalini Resmi Tunangan, Netizen Singgung Soal Agama: Siapa yang Ngalah?
Anies Baswedan juga menyebut jika dirinya selalu di posisi bawah dalam lembaga survei.
Namun, hasilnya Anies Baswedan menang dan menjabat Gubernur DKI Jakarta tak sama seperti hasil survei sebelumnya.
"Soal survei, saya sering dapat pertanyaan soal survei itu dan saya ingat Pilkada Jakarta, kami tidak pernah nomor satu, hasilnya?" ungkap Anies Baswedan dilansir dari YouTube Kompas TV.
Karena itulah, Anies Baswedan ngaku terbiasa duduk di nomor tiga dalam hasil survei yang tersebar.
Baca Juga: Pernikahan Beda Agama Tak Direstui Negara, Bagaimana Nasib Rizky Febian dan Mahalini?
"Bahkan seminggu sebelum Pilkada kami ditempatkan nomor tiga, kami pun terbiasa ditempatkan nomor tiga," katanya lagi.
Meski begitu, Anies Baswedan ngaku optimis bisa memenangkan Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
"Kami tetap optimistis memenangkan sebuah kompetisi dalam Pilpres nanti, insyaallah," ungkapnya.
Beberapa hasil survei memang menunjukkan elektabilitas Anies di bawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo alias urutan nomor 3.
Lembaga Survei Indonesia atau LSI juga menunjukkan Prabowo Subianto di posisi pertama capai 26,5 persen.
Kemudian diikuti dengan nama Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 24,9 persen, dan posisi ketiga Anies Baswedan sebesar 19,8 persen.
Sampel survei tersebut dipilih acak serta melibatkan 1.220 responden diambil pada 12-17 April 2023.
Itu tadi apa kata Anies Baswedan soal urutan ketiga dalam hasil survei elektabilitas yang beredar.***

Share this article
Anies Baswedan tak masalah dengan elektabilitas nomor tiga di hasil survei yang beredar. Ia justru menyinggung Pilkada DKI 2017 lalu.