AYOJAKARTA.COM – Kabar Presiden Joko Widodo akan melakukan aksi Cawe-cawe dalam Pemilu 2024 masih menjadi pembicaraan.
Meski presiden menyebut bahwa aksi Cawe-cawe yang akan dilakukannya untuk kepentingan bangsa , namun tetap menjadi polemik publik.
Sehubungan dengan semakin maraknya pemberitaan Cawe-cawe Presiden, Ade Irfan Pulungan selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden memberi tanggapan.
Menurut Ade, pemberitaan mengenai adanya cawe-cawe yang akan dilakukan presiden dalam pemilu 2024 sebaiknya disudahi.
Sebab kata yang diucapkan presiden dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi masih sangat general sehingga mudah disalah-artikan.
Terlebih jika istilah cawe-cawe tersebut disangkut-pautkan dengan situasi dan perkembangan politik menjelang pemilu seperti saat ini.
“Pasti tafsirannya akan berbagai macam dan semua akan bisa berpendapat apa saja,” jelas Ade Irfan.
Baca Juga: WADUH! 41 Orang Tertipu, Dijanjikan Perkerjaan di Bandung Zoo Diiming- Imingi Gaji Rp 3,8 Juta
Lebih lanjut Ade menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi ketika istilah tersebut terucap dari Presiden Jokowi.
“Pak Jokowi sudah menegaskan, saya akan cawe-cawe kalau itu memang buat kepentingan bangsa dan negara,” ujar Ade.
Selain itu Ade juga menjelaskan bahwa presiden masih bersikap netral dan tidak ada niatan untuk mencederai proses demokrasi yang berjalan.
Dalam keterangannya kepada media, Ade Irfan menilai bahwa dalam situasi menjelang pemilu seperti saat ini ucapan presiden menjadi sangat diperhatikan.
Selanjutnya Ade membuat sebuah jika Presiden Jokowi batuk di depan salah satu kandidat capres, bisa diterjemahkan sedang memberi dukungan.
“Semua orang pasti akan mengkait-kaitkan dengan dimensi politik, itu memang sudah lumrah,” jelas Ade.
Ade menambahkan untuk bisa memiliki kesempatan menjadi bangsa yang maju, Indonesia membutuhkan pemimpin dengan kesamaan visi.
Dengan adanya kesamaan visi tersebut, maka bisa dipastikan bahwa langkah-langkah yang sudah ditempuh Jokowi bisa dilanjutkan.
Terkait dengan istilah cawe-cawe, Ahmad Khoirul Umam selaku Pengamat Politik dari Universitas Paramadina juga memberi tanggapan.
Baca Juga: HORE KPM FULL SENYUM, 5 Bansos Ini Akan Kembali Cair Pada Juni 2023, Apa Saja? Simak Yuk
Menurut Khoirul, komitmen yang dilakukan presiden terhadap demokrasi dengan bersiap melakukan cawe-cawe jika dibutuhkan merupakan langkah positif.
Namun demikian, Khoirul menambahkan masih ada ruang abu-abu yang dilupakan oleh Presiden Joko Widodo dari istilah tersebut.
Meskipun menurut konstitusi presiden memiliki hak berpolitik sebagaimana diatur dalam UU No 7 tahun 2017 pasal 299, namun pasal 304 perlu diperhatikan.
“Diakui atau tidak, ada ruang abu-abu yang sangat luas, sangat besar, yang kemudian berpotensi mencampur adukkan antara domain private dan domain publik,” jelasnya.
Demikian kontroversi cawe-cawe yang dikutip Ayojakarta pada Kamis, 1 Juni 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Adanya kabar Presiden Joko Widodo akan melakukan aksi Cawe-cawe dalam Pemilu 2024 masih menjadi pembicaraan hangat di pengamat dan politisi.