AYOJAKARTA.COM – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menjadi sorotan usai dinilai publik memberi perlakuan berbeda antara capres Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo.
Dalam sejumlah safari dan acara silaturahmi, Anies Baswedan diketahui memilih rumah ibadah sebagai salah satu lokasi kegiatan.
Atas peristiwa tersebut, tim pendukung Anies Baswedan dikabarkan sampai menerima pesan singkat khusus atau SMS Blast dari Bawaslu.
Hal tersebut justru dinilai berbeda ketika capres Ganjar Pranowo melakukan safari kunjungan ke Masjid Agung Banten pekan lalu.
Terkait dengan adanya anggapan publik yang menilai kurangnya netralitas, Ketua Bawaslu Republik Indonesia Rahmat Bagja memberi tanggapan.
Menurut Rahmat pihaknya hingga saat ini belum ada yang pernah mengirimkan pesan singkat khusus atau SMS Blast kepada capres manapun.
“Kami tidak pernah mengeluarkan SMS blast, karena kami tidak punya alat seperti itu,” sanggah Rahmat.
Lebih lanjut Ketua Bawaslu RI menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak pernah memutuskan bekerjasama dengan provider telepon seluler manapun.
Sehingga dapat dipastikan bahwa anggapan yang menyebut bahwa Bawaslu telah mengirimkan pesan singkat ke pendukung Anies merupakan berita tidak benar.
“Jadi SMS itu bukan dari Bawaslu, tetapi kami membuat surat himbauan untuk tidak melakukan kampanye di tempat ibadah,” jelas Rahmat.
Sehubungan dengan himbauan tersebut, Rahmat Bagja memastikan juga sudah diketahui oleh masing-masing tim pemenang calon presiden.
Baca Juga: Akhirnya Sampai di Borobudur, Biksu Thudong Merasa Terharu: Lihatlah Betapa Bersyukurnya Kami
Melalui sambungan telepon Rahmat Bagja juga menjelaskan bahwa Bawaslu tidak memberikan perlakuan berbeda dengan capres lain.
“Yang kedua adalah mengenai perbedaan perlakuan, tidak ada perbedaan perlakuan, kami masih meneliti apa yang dilakukan Pak Ganjar di Banten,” imbuh Rahmat.
Terkait dengan kunjungan Ganjar di Banten, Ketua Bawaslu memastikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah penelitian.
“Jadi bukan hanya Pak Anies yang ada Bawaslu-nya, tetapi juga di timnya Pak Ganjar ketika melakukan sosialisasi,” terangnya.
Baca Juga: 32 Biksu Thudong Sampai di Candi Borobudur, Diwarnai Tangis Bahagia Usai Berjalan Kaki 2 Bulan
Memastikan posisi calon presiden ketika melakukan sosialisasi juga menjadi salah satu pertimbangan bagi Bawaslu, di beranda atau di dalam.
Sebagaimana diketahui publik, dalam sejumlah kunjungan calon presiden seringkali juga disertai dengan acara bakti sosial atau bazar bagi peserta.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Bawaslu mengingatkan bahwa dalam masa kampanye yang dijadwalkan pada November hingga Februari hal tersebut merupakan larangan.
“Saat ini adalah tahapan untuk memperkenal diri, bukan untuk mengajak memilih orang yang bersangkutan, inilah yang menjadi batasnya,” pungkas Rahmat.
Demikian tanggapan Ketua Bawaslu yang dikutip Ayojakarta pada Jumat, 2 Juni 2023 dari kanal Youtube Metro TV. ***

Share this article
Dalam sejumlah safari dan acara silaturahmi, Anies Baswedan diketahui memilih rumah ibadah sebagai salah satu lokasi kegiatan.