AYOJAKARTA.COM -- Tabrakan 3 kereta api telah terjadi di Negara Bagian Odisha, Timur India. Akibat kecelakaan ini menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.
Diketahui dari data sementara, saat ini korban dari kecelakaan kereta tersebut mencapai 288 orang meninggal dunia, dan 900 orang mengalami luka-luka.
Kecelakaan ini bermula saat sebuah kereta penumpang tergelincir dan membuat 12 gerbong terguling hingga keluar jalur lain.
Baca Juga: NGERI! Korban Selamat Tabrakan Maut di India Ceritakan Detik-detik Kereta Api Tiba-Tiba Terbalik
Dimana saat bersamaan, ada kereta penumpang lain datang dari arah berlawanan dan menabrak puing dari gerbong kereta yang telah terjatuh lebih dulu.
Dilansir dari YouTube Kompas TV, Minggu (4/6/2023), proses evakuasi terhadap jasad korban kecelakaan melibatkan hingga 1,200 Tim SAR.
Evakuasi cukup sulit dilakukan lantaran banyak dari jasad korban kereta tabrakan yang terjepit di antara tumpukan puing-puing gerbong.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta di India yang Tewaskan Ratusan Korban, Apa Penyebabnya?
Oleh karena itu, diperkiraan jumlah korban jiwa akan terus bertambah, mengingat proses evakuasi yang cukup sulit dan banyak dari penumpang mengalami luka parah.
Adapun proses evakuasi turut melibatkan 115 ambulan, dan 45 unit kesehatan diturunkan untuk membantu.
Atas kecelakan maut yang terjadi, Menteri Perkeretaapian India mengatakan akan menyelidiki kasus ini lebih dalam untuk mengetahui penyebab peristiwa tersebut.
Baca Juga: Bikin Merinding! Beginilah Fakta Tabrakan Maut Kereta di India yang Tewaskan 288 Orang
"Ini adalah kecelakaan tragis. Semoga korban meninggal beristirahat dengan tenang. Petugas dan Pemerintah Negara Bagian terus bekerja menyelamatkan korban," ujar Ashwini Vaishnav, Menteri Perkeretaapian India.
"Komite tingkat tinggi dan komisaris keselamatan kereta api akan melakukan penyelidikan untuk memahami akar penyebab kecelakaan tersebut," Sambungnya.***(Christy Ayu Saputri)

Share this article
Diketahui dari data sementara, saat ini korban dari kecelakaan kereta tersebut mencapai 288 orang meninggal dunia, dan 900 orang mengalami l