AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan mengungkapkan pandangannya terkait perpanjangan masa jabatan presiden yang dianggap mencoreng reformasi selama 25 tahun terakhir.
Dalam pernyataannya, Anies Baswedan menekankan pentingnya komitmen terhadap perubahan yang bertahap dan menolak ide untuk mengubah arah reformasi yang telah dilakukan.
Dalam unggahan di YouTube pribadinya, Anies Baswedan menggarisbawahi bahwa masa jabatan presiden yang ditetapkan selama dua periode adalah hasil dari aspirasi reformasi.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Semakin Turun, Nama AHY Berada Didaftar Cawapres Ganjar Pranowo
Jika ada upaya untuk memperpanjang masa jabatan, Anies Baswedan menegaskan bahwa komitmennya tetap pada aspirasi reformasi yang diamanatkan.
Anies Baswedan mengingatkan agar tidak ada petinggi negara yang perlahan-lahan mencoba menggeser landasan reformasi.
Ia menyoroti bahaya dari penyimpangan yang terjadi secara perlahan tanpa disadari.
Seperti menaikkan suhu air bagi sebuah katak, Anies Baswedan menyatakan bahwa perubahan yang merusak dapat terjadi jika kita tidak waspada dan menghentikan proses tersebut.
“Jadi kalau ada petinggi-petinggi negeri ini yang pelan-pelan mencoba menggeserkan jangan pernah dibiarkan karena itu seperti menaikkan suhu air bagi sebuah katak. Jangan sampai kita tidak sadar atas penyimpangan yang dilakukan secara pelan-pelan,” ungkap Anies Baswedan dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Anies Bawedan, Rabu (7/6/2023).
Pernyataan Anies Baswedan ini mencerminkan komitmen kuatnya terhadap prinsip reformasi dan keberpihakannya pada kepentingan rakyat.
Anies Baswedan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga integritas reformasi dan tidak membiarkan penyimpangan terjadi dengan cara yang tidak terlihat.***

Share this article
Soal perpanjangan masa jabatan presiden, Anies Baswedan sebut hal itu mencoreng reformasi yang sudah dibangun 25 tahun terakhir.