AYOJAKARTA.COM - Partai NasDem angkat bicara soal Partai Demokrat yang terus mendesak Anies Baswedan untuk segera mendeklarasikan Bakal Calon Wakil Presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2024.
NasDem mengaku sedikit resah melihat perkembangan dari pergerakan Koalisi Perubahan saat ini.
Sementara itu Partai Demokrat justru mempertanyakan apakah NasDem akan keluar dari Koalisi Perubahan jika AHY dipilih sebagai Cawapres.
Baca Juga: Mahfud MD Terbentur Ketentuan Konstitusi Meski Tak Setuju Keputusan MK Mengenai Masa Jabatan KPK
"Pertama saya ingin tegaskan dulu bahwa urusan cawapres kalau NasDem sendiri itu kan sudah menyerahkan sepenuhnya ke Mas Anies sebagai calon presiden, karena tentu untuk menjadi pasangan cawapres tentu Pak Anies harus menentukan pilihan-nya yang punya kesenyawaan dan dan chemistry," ujar Saan Mustopa, Ketua DPW Partai NasDem Jabar, dilansir dari YouTube Kompas TV, Sabtu (10/6/2023).
Saan Mustopa menilai bahwa untuk menentukan cawapres Anies Baswedan ini perlu adanya pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu.
Meski begitu, Ia menegaskan bahwa Partai NasDem sendiri telah memberikan hak sepenuhnya kepada Anies Baswedan dalam menentukan pendampingnya sendiri, tapi tidak terlepas dari pembicaraan bersama.
"Sekali lagi, Kita serahkan ke calon presiden ke Anies Baswedan. Terkait dengan dinamika koalisi tentu yang pertama kita sudah menyepakati bahwa calon presiden kita pak Anies Baswedan. Nah tinggal pendamping tentu ini juga harus dibicarakan secara bersama-sama," jelas Saan Mustopa.
Lebih lanjut, saat ditanya apakah Saan Mustopa sebagai kader dari Partai NasDem dan Koalisi Perubahan setuju jika AHY dipilih menjadi bakal calon pendamping Anies, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada calon presiden itu sendiri (Anies Baswedan).
"Kalau itu-kan kita serahkan saja ke mas Anies, artinya begini Anies punya pilihan tentu ketika Anies punya pilihan, pilihan itu kan disampaikan dan dikonsultasikan ke partai politik," ujar Saan.
"Jadi sekali lagi kalau NasDem karena sudah menyerahkan sepenuhnya ke Anies, ya kita serahkan sepenuhnya ke Anies siapa yang mau dipilih, siapapun gitu," jelas Saan.
Meski demikian, Saan Mustopa mengingatkan untuk tidak terus mendesak Anies Baswedan segera memilih pendamping. Ia meminta agar Anies diberikan ruang untuk memilih pendampingnya sendiri tanpa adanya tekanan.
"Untuk memenangkan calon presiden yang sudah kita usung, tentu juga harus memberikan kesempatan, keleluasaan dan ruang pada Anies. Jadi jangan juga istilahnya ditekan-tekan, dipaksa," kata dia.***

Share this article
artai NasDem angkat bicara soal Partai Demokrat yang terus mendesak Anies Baswedan untuk segera mendeklarasikan Bakal Calon Wakil Presiden