AYOJAKARTA.COM - Saat ini memang diketahui bahwa bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan masih belum juga mengumumkan siapa Cawapres pendampingnya.
Sempat sebelumnya di desak oleh Demokrat, anggota lain Koalisi Perubahan, Partai NasDem justru menolak mentah-mentah mengumumkan Cawapres Anies Baswedan dalam waktu dekat ini.
Hal itu lantaran menurut Partai NasDem tak pantas mengumumkan siapa Cawapres Anies Baswedan saat elektabilitasnya tengah menurun.
Bahkan menurut Partai NasDem, apabila hal itu tetap dilakukan sama saja dengan melakukan tindakan bunuh diri.
Penolakan tersebut disampaikan oleh Ahmad Ali selaku Wakil Ketua Umum Partai NasDem.
Menurutnya kondisi mereka saat ini sangat tidak pas untuk membahas bakal calon wakil presiden Anies Baswedan.
Baca Juga: Duet Anies Baswedan - Yenny Wahid Semakin Santer, NasDem: Wanita Cerdas Pewaris Sikap Plural Gus Dur
Disaat menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) angka elektabilitas Anies tengah menurun dan menduduki urutan ketiga setelah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
"Turunnya survei Anies ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh koalisi. Bukan justru kita mendorong mengumumkan cawapresnya, bisa jadi blunder," ujar Ali seperti dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com, Minggu, 16 Juli 2023.
"Karena dalam perspektif apapun, menurut saya, politik itu momentum. Sekarang kita belum tahu siapa lawan kita. Kita umumkan wakil, ya sama aja menyerahkan leher kami digorok-digorok," imbuhnya dengan tegas.
Melihat kondisi yang seperti ini, pihaknya akan memanggil seluruh anggota Koalisi Perubahan selain NasDem yaitu Demokrat dan PKS untuk bertemu.
Pertemuan tersebut rencana akan digelar pada Senin, 17 Juli 2023, di Kantor DPP Partai NasDem.
Pertemuan tersebut dijelaskan Ahmad adalah untuk membahas konsolidasi bagaimana meningkatkan elektabilitas Anies Baswedan yang tengah merosot.
Menurutnya pada Senin nanti, seluruh pihak Koalisi Perubahan akan membuat jadwal konsolidasi di tiap-tiap daerah bersama dengan Anies.
Diketahui berdasarkan hasil survei LSI, angka elektabilitas dari Anies Baswedan adalah sebesar 21,4 persen.
Angka tersebut mengalami penurunan dari bulan April yang mendapat perolehan suara mencapai 25,3 persen.
Angka tersebut jelas kalah dari kedua Capres lainnya yaitu Prabowo Subianto yang menempati posisi pertama dan Ganjar Pranowo di posisi kedua.
Prabowo Subianto memperoleh angka elektabilitas sebesar 35,8 persen, sedangkan Ganjar Pranowo sebesar 32,2 persen.

Share this article
Calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan masih belum juga mengumumkan siapa Cawapres pendampingnya.