AYOJAKARTA.COM -- Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu pejuang yang aktif dalam bidang kemanusiaan, Arist Merdeka Sirait.
Arist Merdeka Sirait yang lahir di Kota Pematang Siantar pada 17 Agustus 1960 tutup usia pada 26 Agustus 2023 di RSPAD Gatot Subroto.
Meski pengalamannya sebagai aktivis telah dijalani sejak belia, Arist Merdeka Sirait lebih dikenal setelah menggantikan Kak Seto sebagai Ketua Komnas Perlindungan Anak.
Baca Juga: Cara Membuat Agar Pesan WhatsApp Tetap Centang Satu padahal Sudah Kita Baca dan Online
Sebagaimana diketahui, Komnas Perlindungan Anak merupakan salah satu organisasi yang dirintis pertama kali oleh Seto Mulyadi dan Arist dan sejumlah aktivis lain.
Sebelum dikenal sebagai aktivis pembela hak anak, Arist sebelumnya dikenal sebagai aktivis yang concern dengan permasalahan para buruh.
Keprihatinan Arist terhadap anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan untuk merasakan pendidikan karena harus bekerja, membuatnya mengubah haluan.
Sampai kemudian pada tahun 1981 Arist memutuskan untuk menjadi pejuang kemanusiaan untuk membela hak-hak anak dan buruh.
Baca Juga: Fakta Unik Orang yang suka Pakai Jam Tangan di Sebelah Kiri, Apa Saja?
Sehingga pada tahun 1987 Arist mendirikan sebuah yayasan dengan nama Yayasan Komite Pendidikan Anak Kreatif atau Kompak Indonesia.
Melalui yayasan tersebut, Arist kemudian membekali buruh dan anak-anak dengan pendidikan baca-tulis, toleransi, serta demokrasi.
Sebelum dikenal sebagai pejuang pembela hak-hak anak, Aris sudah banyak berkecimpung di dunia pendidikan untuk buruh anak.
Akar perjuangan Arist untuk membela hak anak telah lahir ketika ia mengalami langsung kehidupan anak di daerahnya tinggal.
Tekanan hidup dan sulitnya ekonomi membuat anak-anak di daerahnya tidak bisa merasakan pendidikan layak.
Baca Juga: Cara Melihat Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus Pengirim padahal Belum Terbaca
Untuk membantu perekonomian keluarga, para anak kemudian bekerja di perkebunan tanpa kesempatan luas untuk menempuh pendidikan.
Bersama Sang Ayah yang ketika itu berperan sebagai Penjahit, Arist mulai berkecimpung secara langsung dengan buruh anak.
Pengalaman tersebut dimulai ketika Sang Ayah bersama dengan sejumlah pekerja perkebunan membuka sekolah untuk anak.
Perjuangan Arist terhadap hak-hak anak semakin membulat setelah tahun 1998 mulai dibentuk Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas Anak.
Tidak adanya fasilitas dan media khusus anak di era tersebut, menjadi salah satu penyebab dibentuknya organisasi tersebut.
Baca Juga: Cara Mengecek Siapa Saja yang Sudah Memblokir Kontak WhatsApp Kita, Cek di Sini!
Organisasi Komnas Perlindungan Anak kemudian diketuai oleh Seto Mulyadi, sementara Arist Merdeka Sirait menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Aris selanjutnya menggantikan peran Ketua Umum, sementara Seto Mulyadi diangkat menjadi Ketua Dewan Konsultatif Nasional.
Dalam perkembangannya, Arist dan Komnas Perlindungan Anak banyak memberi kritik dan masukan untuk perbaikan publik.
Salah satu hal yang menjadi warisan Arist dan Komnas PA adalah adanya fasilitas khusus untuk Ibu Hamil serta ruang khusus untuk menyusui anak.
Baca Juga: Lakukan 5 Kebiasaan Ini agar Tetap Bahagia Meski Hidup Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Sabtu, 26 Agustus 2023 dari kanal Youtube khaerunnisa PBSI FIP UMJ. ***

Share this article
Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu pejuang yang aktif dalam bidang kemanusiaan, Arist Merdeka Sirait.