AYOJAKARTA.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia per-Televisian Indonesia.
Siaran Televisi MNCTV, GTV, dan iNews dilaporkan mendadak menghilang untuk area se-Jabodetabek.
Kabar siaran MNCTV, GTV, dan iNews menghilang tersebut telah disampaikan langsung oleh bos MNC Group, Hary Tanoesodibjo.
Dikutip dari akun Instagram Hary Tanoesoedibjo telah menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Indonesia khususnya untuk warga se Jabodetabek.
Harus dengan terpaksa mematikan siaran tersebut lantaran permintaan langsung dari Menko Polhukam.
“mohon maaf kepada pemirsa RCTI, MNCTV, GTV dan iNews se-Jabodetabek, karena adanya permintaan oleh Menko Polhukam , Bapak Mahfud MD untuk mematikan siaran analog di wilayah Jabodetabek,” tulis @hary.tanoesoedibjo dalam unggahan Instagramnya.
“‘maka kami dengan SANGAT TERPAKSA mengikuti permintaan tersebut, meskipun masih tidak paham dengan landasan hukum yang dipakai,” lanjutnya.
Bos MNCTV juga menambahkan bahwa kejadian ini membuat adanya double standard, dimana masyarakat luar Jabodetabek masih bisa mengakses siaran Televisi tersebut.
Baca Juga: Putri Candrawathi Nempel ke Pengacaranya selama Persidangan, Ekspresi Ferdy Sambo Jadi Sorotan
Namun pengguna di Jabodetabek tidak bisa menikmati layanan tersebut bagi untuk pengguna TV analog.
Pada poin kedua siaran pers yang diunggah oleh bos MNC Group ini, tertulis bahwa MNC Group telah melasakanan permintaan tersebut.
“Secara fakta, permintaan tersebut kami laksanakan walaupun sampai dengan hari ini, jam dan detik ini belum ada satu surat tertulis yang diterima oleh MNC Group terkait dengan pencabutan izin siaran analog di wilayah Jabodetabek untuk mendukung progam Analog Switch Off," jelas MNC Group lewat siaran pers resminya.
“Sehingga, dengan demikian secara hukum tidak ada kewajiban kami untuk melaksanakan Analog Switch Off,"lanjutnya.
Baca Juga: Gerard Pique Umumkan Pensiun dan Meninggalkan Barcelona, Berikut Prestasinya!
Selain itu bos MNC juga merasa heran pada putusan tersebut, pasalnya masyarakat Indonesia 60% masih menggunakan TV analog.
Menurutnya jika kebijakan ingin dipecepat, baiknya ada pelarangan untuk adanya jual beli TV Analog di pasaran.
Sehingga ketika masyarakat hendak membeli TV yang baru, maka otomatis yang dibeli adalah TV digital.***

Share this article
Dikutip dari akun Instagram Hary Tanoesoedibjo telah menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Indonesia.