AYOJAKARTA.COM – Bharada E atau Richard Eliezer mengaku bahwa selama ini ia dihantui rasa bersalah dan mendapati Brigadir J selalu hadir dalam mimpinya.
Seperti yang telah diketahui, sosok Brigadir J memang dinilai cukup dekat dengan Bharada E atau Richard Eliezer semasa mereka bekerja di bawah pimpinan Ferdy Sambo.
Ironisnya, sosok Brigadir J yang sudah dianggap oleh Richard Eliezer seperti kakaknya sendiri malah harus kehilangan nyawa dengan tangannya.
- Baca Juga: Saksi Romer Ungkap, Ferdy Sambo Siap Bela Richard Eliezer Bahkan Rela Bertaruh Pangkat dan Jabatannya
- Baca Juga: Trofi untuk Bhayangkara Dua Eliezer yang Berani Ikhlas Berbakti untuk Negeri, Cermin Anggota Brimob Sejati
- Baca Juga: Momen Anniversary Ferdy Sambo, Ricky Angkat Kue dengan Daden, Eliezer Junjung Tumpeng Bareng Yosua, Kompak !
Dari situ, kemudian Bharada E mengakui bahwa dirinya selalu dihantui rasa bersalah terhadap sosok Brigadir J dan kerap memimpikan almarhum dalam tidurnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa motif sebenarnya dari Ferdy Sambo yang memerintah Bharada E untuk melakukan penembakan terhadap Brigadir J.
Walaupun ada sebuah dugaan pelecehan seksual yang dinilai sebagai sebab terjadinya peristiwa pembunuhan, hingga saat ini belum dapat dipastikan tentang kebenaran dari skenario tersebut.
- Baca Juga: Arwah Brigadir Yosua Menghantui Richard Eliezer dalam Mimpi, Benarkah Menuntut Kejujuran Atas Kematiannya?
- Baca Juga: Cek Fakta Alasan Richard Eliezer Berani Berbalik Melawan Ferdy Sambo, Ronny Talapessy Angkat Suara!
Di sisi lain, keberadaan sosok Richard Eliezer juga sangat penting untuk mengungkap kebenaran dari kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Kebenaran demi kebenaran mulai diharapkan dari sosok Bharada E sebagai terdakwa, sekaligus teman dekat dari almarhum Brigadir J ketika masih hidup.
Sementara itu, penasihat hukum Richard Eliezer mengatakan bahwa dirinya saat ini sudah mengambil langkah yang cukup berani, tak seperti sebelumnya.
Ronny Talapessy mengatakan bahwa sebelumnya Bharada E terpaksa masuk dalam skenario Ferdy Sambo karena ada rasa takut yang dihadapinya.
Sosok Ferdy Sambo yang memiliki kekuasaan besar menjadi salah satu penyebab Bharada E merasa terintimidasi.
"Waktu masih skenario itu si Richard masih dijaga sama Ferdy Sambo, kemudian waktu menghadap pak Kapolri, itu Richard masuk kedalam ketemu pak Kapolri di luarnya di depan pintu ada Ferdy Sambo. Dari depan dia sudah terintimidasi 'kamu bicara sesuai dengan," ujar Ronny, dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV pada Selasa, 15 November 2022.
"Jadi ada rasa ketakutan dari Richard," tambahnya.
Tak hanya itu saja, Rony Talapessy bahkan mengatakan bahwa kliennya sering mendapat mimpi tentang sosok Brigadir J.
Itulah yang kemudian membuat Richard Eliezer merasa semakin bersalah dan dihantui rasa takut terhadap sosok Brigadir J di bawah alam bawah sadarnya.
- Baca Juga: Kuasa Hukum Bongkar ‘Kejutan’ Yang Akan Disampaikan Richard Eliezer Dalam Persidangan Nanti
"Waktu setiap malamkan dia mimpiin almarhum Yosua, didatangi mimpiin dia selalu melihat almarhum Yosua," ujar Ronny.
Hal ini juga yang kemudian menggugah Bharada E menyampaikan rasa bersalahnya dan berusaha mengungkap kebenaran dari misteri pembunuhan terhadap Brigadir J.***

Share this article
Bharada E atau Richard Eliezer mengaku bahwa selama ini ia dihantui rasa bersalah dan mendapati Brigadir J selalu hadir dalam mimpinya.