AYOJAKARTA.COM--Presiden Joko Widodo alias Jokowi dikabarkan telah menerima vaksinasi booster dosis kedua pada Kamis (24/11/2022).
Dalam vaksinasi kali ini, Presiden Jokowi disuntikan vaksin jenis Indovac saat berada di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan Jokowi langsung, menyebutkan jika vaksin booster Indovac yang ia gunakan merupakan vaksin buatan dalam negeri.
Baca Juga: Simak Daftar 10 Besar Kasus Harian Covid-19 Tertinggi di Dunia, Termasuk Indonesia!
“Vaksin yang dipakai pada pagi hari ini yaitu vaksin Indovac, produk 100 persen dalam negeri,” ujar Jokowi dilansir dari pmjnews.com dalam artikel Jokowi Booster Kedua Pakai Indovac, Menkes: Terbukti Ampuh
Melihat kenaikan kasus Covid-19, Jokowi mengingatkan pentingnya masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster dosis kedua.
Selain itu, Jokowi juga mengajak seluruh tenaga Kesehatan, lansia dan orang – orang yang memiliki interaksi tinggi untuk segera melakukan vaksinasi.
Baca Juga: Indonesia Patut Bangga! BPOM Resmikan Vaksin Covid-19 Inavac 100 Persen Karya Anak Bangsa
Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan juga menyatakan jika vaksin buatan dalam negeri jenis Indovac telah terbukti ampuh.
Budi Gunadi Sadikin juga menjamin jika vaksin Indovac buatan Indonesia tidak kalah dari produk vaksin buatan luar negeri.
“Booster-nya pakai Indovac, karena itu sudah terbukti ampuh, tidak kalah dari produk luar negeri,” ujar Budi.
Baca Juga: Dikerjakan Diam-Diam, Apa Itu Vaksin AWcorna yang Dibanggakan Jokowi?
Budi kemudian menyebutkan pentingnya vaksin booster untuk mengantisipasi dampak dari lonjakan kasus Covid saat ini.
Berdasarkan keterangan Budi, pasien Covid-19 level sedang atau berat diketahui 74 persen pasien belum melakukan booster.
Kemudian, untuk kasus meninggal pasien Covid-19 gelombang terakhir diketahui 84 persen pasien belum melakukan booster.
Baca Juga: Bjorka Beraksi Lagi, Menteri Luhut Kini Jadi Sasaran Karena Ternyata Ketahuan Belum Vaksin Booster
“Jadi yang masuk rumah sakit dan kondisinya sedang atau berat 74 persen belum di booster. Untuk kasus yang meninggal dalam gelombang terakhir ini 84 persen belum di booster,”
Maka dari itu Budi kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksin booster secepatnya.
“Cepat di booster, khususnya untuk nakes dan lansia diatas 60 tahun, segera lakukan booster kedua,” ujarnya.***

Share this article
Presiden Joko Widodo hari ini menerima Booster kedya dengan menggunakan vaksin indovac buatan Indonesia, berikut pernyataan Menkes