AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi hadir kembali dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Saat ditanyai Hakim perihal apa yang diketahuinya tentang penembakan Yosua di Duren Tiga, Putri Candrawathi mengelak dan berkata tidak tahu apapun.
Namun ternyata ada kalimat yang dilontarkan oleh Putri Candrawathi saat Hakim bertanya mengenai peristiwa penambakan Yosua di tanggal 8 Juli 2022.
Kalimat tersebut menurut Martin Lukas Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua merupakan bentuk pengakuan tak sengaja dari Putri Candrawathi.
Baca Juga: Jangan Ngiri Boss! Inilah Daftar Kekayaan Ferdy Sambo yang Tidak Pernah Terekspos di Medsos
Seperti dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Metro TV News pada Selasa 20 Desember 2022 yang menampilkan video wawancara bersama Martin Lukas Simanjuntak.
“Putri itu ketika ditanya majelis hakim, ditanya apakah yang saudari lakukan ya ketika terjadi penembakan,” ujar Martin Simanjuntak menirukan pertanyaah hakim.
Baca Juga: Nangis Lagi! Putri Candrawathi Tanggapi Saksi Ahli Kriminolog: Tolong Bapak Pahami Perasaan Saya
Namun jawaban Putri Candrawathi saat itu dinilai Martin Simanjuntak sama saja dengan berkata jujur bahwa ia tahu perihal rencana penembakan Yosua.
“Putri Candrawathi menjawab dengan jujur dengan mengatakan ketika terjadi penembakan itu dia justru melakukan menutup telinga, nah itu janggal,” ujar Martin Simanjuntak.
“Kalau orang yang tidak mengetahui suatu peristiwa yang terjadi dan peristiwa apa itu dan siapa yang menjadi pelakunya ataupun menjadi korbannya, tidak mungkin tutup kuping,” tambahnya.
Menurut Martin Simanjuntak, jika memang Putri Candrawathi tidak mengetahui apapun terkait peristiwa penembakan tersebut harusnya dia mengamankan diri.
Baca Juga: Heboh Misteri Uang di Rekening Brigadir Yosua Jadi Sorotan Publik, Nominalnya Fantastis!
Baik itu dengan bersembunyi di bawah kolong meja ataupun di bawah tempat tidur dan bahkan bisa saja masuk ke dalam lemari.
“dan sesegera mungkin menelepon para ajudan ataupun menelepon suaminya yang pada saat itu adalah sebagai Kadiv Propam untuk menanyakan ada peristiwa apa di luar dan juga tolong segera amankan saya,” ujar Martin Simanjuntak menjelaskan.
Namun hal tersebut ternyata tidak dilakukan oleh Putri Candrawathi pada saat itu.
Martin Simanjuntak mengatakan bahwa Putri Candrawathi seolah yakin dan percaya diri bahwa di luar situasinya aman walaupun ada tembakan.
Hal itulah yang dinilai janggal, besar kemungkinan menurut Martin Simanjuntak, Putri Candrawathi mengetahui peristiwa apa yang terjadi di luar.***

Share this article
Berikut kesaksian janggal Putri Candrawathi sekaligus pengakuannya yang dianggap keceplosan mengetahui peristiwa penembakan Yosua.