AYOJAKARTA.COM - Tanggal 26 Desember, tepat hari ini pada tahun 2004 silam peristiwa alam dan kemanusiaan paling bersejarah terjadi di Indonesia.
Di tanggal 26 Desember gempa megathrust dengan magnitudo mencapai 9,3 terjadi dan menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 30 meter.
Pada tanggal 26 Desember 2004, ratusan ribu manusia yang berdekatan dengan pusat gempa harus kehilangan nyawa serta ribuan bangunan hancur tak berbentuk.
Marcus Dodler, Wakil Kepala Delegasi ICRC atau International Committee of Red Cross, Komite Internasional Palang Merah di Jakarta menyebut bahwa bencana tsunami saat itu adalah bencana yang sangat luar biasa dan sedemikian dahsyat.
Sejumlah media asing bahkan menyebut gempa dan tsunami di tanggal 26 Desember 2004 sebagai bencana terbesar di abad 21.
Sehingga tidak mengherankan jika beraneka jenis bantuan baik makanan, obat-obatan serta perlengkapan terus berdatangan dari masyarakat internasional.
Para relawan kemanusiaan dari penjuru dunia, baik dari kalangan sipil maupun militer terus berdatangan ke Aceh untuk melakukan misi kemanusiaan, terlebih PMI.
Baca Juga: 7 Kota Paling Berisiko Diterjang Tsunami Akibat Gempa Bumi di Pulau Jawa, Apakah Ada Kotamu?
Kapal Induk USS Abraham Lincoln milik Amerika serikat bahkan merapat ke wilayah Indonesia untuk membantu evakuasi korban dan pendistribusian bantuan.
Banyaknya korban meninggal dan mulai mengeluarkan aroma tidak sedap serta tersebar di sejumlah tempat ditanggapi oleh Jusuf Kalla dengan mengeluarkan fatwa.
“Bahwa yang meninggal saat itu syahid, sehingga tidak perlu disholatkan,” ujar Jusuf Kalla seraya mengenang peristiwa tsunami.
Setahun setelah peristiwa tsunami, tepatnya di Kota Seoul Korea Selatan, para relawan PMI mendapatkan penghargaan Henry Dunant Medal.
Baca Juga: Dihantui Ancaman Megathrust dan Tsunami, Banten Minta Hal Ini pada Pemerintah Pusat
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi besar yang sudah diberikan para relawan PMI dalam penanganan bencana di Aceh serta Nias.
Selain menerima Medali Henry Dunant, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan penghargaan kepada relawan PMI.
Disaksikan Ketua Umum PMI Mar'ie Muhammad saat itu, Presiden SBY menandatangani prasasti penetapan tanggal 26 Desember sebagai Hari Relawan PMI.
Pada peringatan Hari Relawan 26 Desember kali ini, PMI mengangkat Solidaritas Melalui Kerelawanan sebagai tema peringatan.
“Saya memberikan penghargaan kepada para relawan agar tetap meningkatkan solidaritas bersama,” ucap Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dikutip ayojakarta.com dari YouTube BeritaSatu, Senin (26/12/2022).
Jusuf Kalla juga mengajak agar selalu bekerja bersama-sama untuk keselamatan umat, untuk kebahagiaan semua.
“Insya Allah, Allah akan berikan balasan yang baik kepada relawan yang bekerja untuk kemanusiaan,” tambahnya.***

Share this article
Tanggal 26 Desember tak hanya diperingati sebagai Tragedi Tsunami Aceh tetapi juga hari lahirnya relawan PMI.