AYOJAKARTA.COM - Ada momen menarik dari Ferdy Sambo ketika break persidangan dalam kasus pembunuhan Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Saat break sidang Ferdy Sambo tampak kehausan, Sambo sempat meminta tolong dicarikan air mineral namun tidak ada yang merespons.
Permintaan Sambo itu akhirnya disadari oleh anak dari Henry Yosodiningrat yaitu Sangun Ragahdo.
Baca Juga: Cerita Dibalik Perkataan Ferdy Sambo ke Ricky Rizal: Kamu Back Up dan Amankan Saya
Pada momen tersebut, terlihat Ferdy Sambo celingukan seperti meminta sesuatu, tapi tak ada satu orangpun yang menanggapi.
Dalam video yang berdurasi hampir satu menit, terlihat Sambo melakukan gerak-gerik tak biasa saat Sangun Ragahdo Yosodiningrat kembali ke meja tim penasihat hukum.
Sambo seperti kehausan dan mencari air minum, namun dirinya tak berbicara sepatah katapun untuk meminta hal tersebut.
Dalam keterangan di video tersebut, Ferdy Sambo seperti benar-benar kehausan dan sempat beberapa kali melihat kanan kiri apakah ada air mineral.
Baca Juga: Bharada E Terpojok? Ricky Rizal Tak Dengar Perintah Ferdy Sambo agar Richard Eliezer Tembak Yosua
Bahkan orang-orang yang berada di ruang sidang nampak tak memperhatikan gerak-gerik Sambo yang membutuhkan air.
Di sinilah, Pengacara Ragahdo baru menyadari dan meminta seseorang untuk mengambilkan beberapa botol air mineral.
"Air, air," kata Ragahdo singkat kepada seseorang setelah mendengar ucapan Sambo.
Dikutip dari Instagram @berita_gosip, dalam keterangan selanjutnya di video, dituliskan bagaimana emosi seseorang dapat menghancurkan segalanya.
Bahkan warganet jadi merasa kasihan melihat Ferdy Sambo kesulitan hanya untuk mendapatkan air minum.
"Kasian sekali Ferdy Sambo, ternyata memang betul emosi itu bukan solusi tapi menghancurkan semuanya", tulis akun @berita_gosip.
"Tidak terbayang bagaimana seorang yang dulu punya pangkat dan jabatan tinggi, kini harus mencari sebotol air mineral dengan susahnya," sambungnya.***

Share this article
Ferdy Sambo Celingukan Cari Benda Ini Saat Break Sidang, Warganet Jadi Merasa Kasihan. Apa yang sebetulnya terjadi?