AYOJAKARTA.COM - Haji merupakan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim, ibadah ini diwajibkan bagi yang mampu melaksanakannya. Dikatakan mampu disini berarti mampu dari segi finansial maupun dari kondisi fisik seseorang.
Berbicara tentang finansial, belakangan ini biaya ibadah haji menjadi sorotan. Pasalnya dikabarkan bahwa biaya ibadah haji pada tahun ini akan mengalami kenaikan.
Diketahui Kementerian agama Indonesia mengusulkan untuk menaikkan biaya Haji di Indonesia pada tahun 2023.
Baca Juga: Tak Ada Perselingkuhan! Penasihat Hukum Kuat Maruf Nilai JPU Berasumsi Tanpa Dasar: Tak Ada Bukti
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube MetroTV Kenaikan harga biaya haji yang diusulkan oleh pemerintah untuk tahun 2023.
Kementerian agama Indonesia mengusulkan untuk menaikkan biaya Haji di Indonesia 2023. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menjaga keberlangsungan dana nilai manfaat di masa depan.
Namun rencana menaikkan biaya Haji di Indonesia 2023 menjadi perbincangan karena dianggap terlalu besar.
Jika nominal yang diusulkan kemenag disetujui, maka total biaya haji senilai 98,8 juta sekian.
Ternyata dengan nominal tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya haji di negara-negara tetangga.
Biaya haji pada 2022 senilai Rp39,9 juta. Kemudian biaya yang diusulkan Kemenag pada tahun ini menjadi Rp69.193.734.
Tahun lalu biaya total senilai Rp98,3 Juta dengan ditanggung dana nilai manfaat Rp58,4 juta (59,5%) dan ditanggung iuran jamaah Rp39,9 juta (40,5%).
Untuk biaya keseluruhan tahun ini sebesar Rp98,9 Juta dengan Rp69,2 juta atau 70% dari iuran jamaah dan 30% ditanggung oleh dana manfaat atau sekitar Rp29,7 juta.
Berikut komponen dari biaya haji tersebut:
1. Biaya penerbangan dari Embarkasi ke Arab Saudi (PP) Rp33.979.784,-
2. Akomodasi Makkah Rp18.768.000
3. Akomodasi Madinah Rp5.601.840
4. Biaya hidup Rp4.080.000
5. Visa Rp1.224.000
6. Paket Layanan Masyair Rp5.540.109
Sedangkan jika dibandingkan dengan Malaysia, biaya haji sebesar MYR 28.632 (Rp100,64 juta).
Terdapat dua harga biaya haji di Malaysia yaitu:
- Golongan B40 (penduduk dengan pendapatan 40% terbawah) 10.980 RM (Rp38,6 juta) subsidi 62%.
- Golongan non B40 12.980 RM (Rp45,6 juta) subsidi 55%.
Subsidi haji di Malaysia diberikan lewat lembaga pengelolaan dana haji dan diberikan untuk warga yang pertama kali berangkat haji.
Selain dari yang pertama kali berangkat maka akan dikenakan biaya penuh tanpa ada potongan subsidi.
Dilihat dari data tersebut maka biaya haji di Malaysia sedikit lebih besar, tapi jumlah yang dibayarkan jemaah jauh lebih kecil karena subsidi dari pemerintah yang mencapai 55%.
Biaya haji di Malaysia di tahun 2023 juga diprediksi akan mengalami kenaikan harga menjadi MYR 31.000 (Rp108,9 juta).
Kemudian Malaysia memiliki kuota haji tahun ini sebanyak 31.600 dan yang sudah mendaftar sebanyak 3,8 juta orang dengan masa tunggu 150 tahun.
Selanjutnya jika dibandingkan dengan biaya haji di Brunei Darussalam sebesar Rp176 juta dengan kuota 1.000 untuk tahun ini.
Baca Juga: Bacakan Pledoi, Suara Kuat Maruf Bergetar: Demi Allah Saya Bukan Orang Sadis...
Alasan adanya usulan kenaikan haji tersebut diungkapkan oleh Hilman Latif selaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag.
"Jika komposisi BPIH 41% dan 59% NM ini dipertahankan, diperkirakan nilai manfaat habis pada 2027 sehingga jamaah 2028 harus bayar bayar full 100% padahal mereka juga berhak atas nilai manfaat simpanan setoran awalnya yang sudah lebih dari 10 tahun", tulis keterangan Hilman Latif.
Sementara itu faktor penyebab dari kenaikan biaya haji ini diantaranya inflasi komponen-komponen BPIH, Kurs dollar AS, dan tambahan Biaya Masyair.
Biaya Masyair adalah biaya proses haji selama di Arafah, Mina, dan juga Musdalifah yang sepenuhnya ditetapkan oleh Saudi.***

Share this article
Kenaikan harga biaya haji yang diusulkan oleh pemerintah untuk tahun 2023. Mari kita bandingkan dengan negara lainnya, berapa?