AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berantai atau serial killer Bekasi-Cianjur yang melibatkan tersangka Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehuddin, memakan 11 orang TKW (Tenaga kerja Wanita) menjadi korbannya.
Modus kasus serial killer Bekasi-Cianjur Wowon ini dilatari dengan penggandaan uang. Menurut Polda Metro Jaya, para TKW itu diminta untuk mengirimkan uang kepada Wowon CS dengan diiming-imingi akan dilipatgandakan.
"Sementara ada 11 orang TKW korban penipuan yang mengirim uang ke tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, dikutip Ayojakarta.com pada laman Suara.com.
Baca Juga: Menyentuh! Begini Tanggapan Tunangan Richard Eliezer, Setelah Mendengar Pledoi Bharada E
Wowon berhasil menyakinkan korbannya dengan modus memamerkan kekayaannya, yang diperlihatkannya itu mobil dan rumah. Itu merupakan siasat saja, lantaran rumah dan mobil yang dipamerkan itu hanya bohong belaka.
Hengki Haryadi pun menjelaskan, korban yang tergiur dengan Wowon, mengirimkan uangnya melalui transfer atau wesel internasional.
Kemudian, melalui rekening dan wesel itu, penyidik melakukan inventarisasi berapa jumlah korban penipuan.
Dari 11 orang korban, empat orang sudah bisa dihubungi, tetapi mereka masih di luar negeri, tiga orang akan ke Polda Metro Jaya, sisanya masih dalam proses pencarian.
"Mereka ini pola penipuannya kepada para korban awalnya bertemu dengan tersangka (Wowon). Kemudian tersangka ini bisa seolah-olah merubah jumlah uang yang ada," ujar Hengki.
Diketahui para korban tersebut menyetor uang kepada Wowon atau yang kerap disapa aki Wowon sebesar Rp3 juta hingga Rp5 juta setiap bulannya. Bahkan salah satu korban telah tercatat menyetor uang sebanyak Rp288 juta.
Kesebelas TKW tersebut yaitu, Yeni, Farida, Siti Fatimah, Aslem, Entin, Hamidah, Evi, Hannayanti, Nene, dan Sulastini. Menurut pemeriksaan yang dilakukan kepada Hanna dan Aslem, mereka mengaku praktik penggandaan ini dari Siti dan Yeni.
"Aslem diketahui telah mengikuti penggandaan uang ini selama 6 tahun, yang bersangkutan bekerja dengan kerugian sekitar Rp288 juta. Kemudian untuk Hanna telah mengikuti penggandaan uang selama 2 tahun dengan kerugian sekitar Rp75 juta," ujar Trunoyudo Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Temuan ini terkuak setelah dilakukannya penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).***

Share this article
Modung penggandaan uang seriel killer Wowon yang gemparkan masyarakat Indonesia. Korban TKW setorkan uang hingga Rp288 juta.