AYOJAKARTA.COM -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menjadi sorotan lantaran tidak adanya nama BJ Habibie dalam panel fisik berisi sejarah riset dan inovasi Indonesia di kantor BRIN, Jakarta Pusat.
Alasan BRIN kini justru jadi sorotan hingga menimbulkan tanda tanya besar bagi publik.
BRIN berdalih tidak adanya cukup ruang untuk memajang salah satu sosok inovator Indonesia tersebut.
Dikutip dari laman republika.co.id pada (7/2/2023), Kepala Biro Komunikasi Publik Umum dan Kesekretariatan BRIN, Driszal Friyantono mengatakan panel fisik yang dipajang di kantor brin hanya berfokus pada peristiwa penting yang mengawali terbentuknya BRIN karena tidak adanya cukup ruang yang memadai.
"Dengan keterbatasan space yang ada, kami fokuskan pada peristiwa penting yang secara langsung dapat mewakili lima eks lembaga yang berintegrasi menjadi BRIN, dan apa yang mendasari pembentukan BRIN," ungkap Driszal.
tidak adanya BJ Habibie di panel fisik bukan bermaksud menghilangkannya dari sejarah inovasi Indonesia, Driszal mengatakan BJ Habibie tetap ditampilkan secara lengkap melalui publikasi lain.
Diantaranya, video sejarah Riset dan inovasi Indonesia pada peringatan Hakteknas ke-26, Agustus 2021 kemarin, dan pada panel timeline Sejarah Riset dan Inovasi Indonesia di Booth BRIN di Pameran InaRIE Oktober 3022 lalu.
Selain itu, ungkap Driszal, pada lobi kantor BRIN terdapat penggambaran sosok Habibie Muda dan juga penggunaan nama Habibie Prize sebagai penghargaan yang diberikan BRIN kepada para sosok berprestasi di Indonesia.
Pada panel fisik yang sempat diunggah oleh akun Twitter @brin_watch pada (1/2/2023) tertulis sejarah riset dan Inovasi Indonesia dengan tergambar sosok Ir. Soekarno dan Kepala BRIN saat ini, laksana tri Handoko.
Pada captionnya tertulis "Sejarah/garis waktu iptek nasional versi brin di gedung bj habibie, kantor pusat brin. hanya 2 tokoh yang muncul yaitu Ir. Soekarno dan beliau sendiri. luar biasa...beliau memang bukan sembarang beliau,".
Dalam panel tersebut hanya terpampang penjelasan mengenai penerbangan pertama pesawat buatan Indonesia N250 pada tahun 1995 namun tidak mencantumkan penciptanya sendiri yaitu BJ Habibie.
Cuitan itu juga menandai akun Twitter Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, Said Didu, Fadli Zon, Achsanul Qosasi, dan @aik_arif.
Kepala BRIN, LT Handoko baru-baru ini juga menjadi perbincangan
setelah dirinya mendapat desakan mundur sebagai kepala BRIN dari beberapa pihak.
Salah satunya adalah Komisi VII DPR RI. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Komisi VII mendesak LT Handoko mundur karena dinilai ketidakmampuannya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di dalam satu-satunya badan penelitian yang dimiliki Indonesia tersebut.***(Meggy Novian Dhanar Dhono)

Share this article
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menjadi sorotan lantaran tidak adanya nama BJ Habibie dalam panel fisik