AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan sudah mengantongi tiket menuju Pilpres 2024 dengan mendapatkan dukungan dari Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS.
Syarat untuk mendapatkan tiket Pilpres 2024 adalah minimal mendapat 20% dukungan dari kursi DPR atau 25% dari suara nasional, Anies Baswedan sudah memenuhi ambang batas dukungan kursi DPR.
Anies Baswedan memiliki dukungan dari Partai NasDem sebesar 10,20%, Partai Demokrat 9,39%, dan PKS 8,70% sehingga jumlahnya sudah melebihi ambang batas yaitu 28,35%.
Di sisi lain, Prabowo Subianto sudah lebih dulu mendapat dukungan kursi DPR yang mencukupi ambang batas.
Dukungan tersebut didapat dari Partai Gerindra adalah sebesar 13,57% suara DPR dan PKS sebesar 10,09%, jadi jumlah dukungan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) untuk Prabowo adalah 24,47%.
Sejumlah pengamat politik dan tokoh-tokoh yang berhubungan erat dengan pemilu sudah mulai menganalisis pergerakan politik menjelang Pilpres 2024.
Seperti Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti yang membayangkan Pilpres 2024 nanti akan ada 2 skenario.
Lingkar Madani adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang beraktivitas memantau jalannya pemilu.
Skenario pertama mengenai Pilpres 2024 yang ia duga adalah akan adanya 3 capres yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.
Untuk skenario kedua hanya ada 2 capres saja yang kemungkinan besar adalah Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Sedangkan Prabowo Subianto akan masuk ke dalam salah satu capres.
“Dua skenario, skenario pertama 3 capres, skenario kedua adalah 2 capres. 3 capres tentu saja Ganjar, Anies, dan Prabowo,” kata Ray Rangkuti, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (7/2/2023).
“Kalau 2 pasangan, kemungkinan besar adalah Ganjar versus dengan Anies, dan Prabowo masuk di antara salah satu keduanya,” tambahnya.
Ray Rangkuti menilai bahwa jika Ganjar Pranowo menjadi capres 2024 maka akan memiliki potensi yang tinggi dikarenakan sebagian besar pendukung Jokowi diperkirakan akan mendukung Ganjar nantinya.
“Saya kira Ganjar lebih potensial melangkah lebih maju,” ujar Ray Rangkuti.
Mengejutkannya, Prabowo dinilai oleh Ray Rangkuti bisa menjadi faktor yang menghalangi Anies Baswedan. Prabowo sendiri sudah 3 kali maju sebagai capres pada pemilihan umum tahun 2009, 2014 dan 2019.
“Prabowo akan menjadi faktor penghalang bagi Anies mendapatkan suara lebih tapi saya kira kalau tiga-tiganya maju akan ada 2 putaran,” kata Ray Rangkuti.
Namun jika yang maju ke Pilpres 2024 hanya ada 2 capres, maka dimungkinkan hanya ada 1 putaran saja.***

Share this article
Prabowo Subianto dinilai menjadi penghalang rival tertinggi Anies Baswedan di pilpres 2024, Ray Rangkuti sebut akan ada 2 skenario