AYOJAKARTA.COM--Pada pertengahan Januari lalu, Anies Baswedan memberikan kuliah tamu di Oxford University, Inggris.
Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan mendapat kesempatan untuk menempati ruangan bersejarah di gedung Divinity School.
Acara tersebut dilakukan usai Anies Baswedan mengikuti acara pengangkatan sebagai Founding Member of International Advisory Board.
Sebagaimana dikenal masyarakat dunia, Universitas Oxford bukan saja Universitas tertua, tetapi juga Universitas terlama yang masih berjaya.
Baca Juga: Pilpres 2024 Makin Dekat, Nama Bakal Calon Wakil Presiden Anies Baswedan Mengerucut, Siapakah Dia?
Hal tersebut karena tidak sedikit Universitas tua, namun kemudian punah dan hanya menjadi sebatas cerita sejarah.
Bangunan Divinity School mulai digunakan sejak tahun 1483, dan menghabiskan waktu selama 60 tahun untuk proses pembangunannya.
Ruangan ini pada awalnya digunakan untuk proses perkuliahan, ujian lisan, diskusi teologi, bahkan pada tahun 1620 sampai 1640 dijadikan sebagai ruangan parlemen.
Di masa itu, mahasiswa diuji secara tatap muka langsung oleh guru besar atau dosen dengan posisi saling berhadap-hadapan.
Dosen atau guru besar akan mencecar mahasiswa dengan argumentasi-argumentasi serta kritik, sementara mahasiswa melakukan sanggahan atau defense.
Jika kemudian masyarakat modern mengenal istilah Dissertation Defense, maka hal tersebut pertama kali dimulai di ruangan ini.
Seiring berjalannya waktu, ruangan khusus dan bersejarah ini hanya diperuntukkan untuk upacara atau acara penting Universitas.
Untuk menuju ruangan bersejarah di bangunan Universitas Oxford ini, akan mendapati beranda panjang tanpa atap yang digunakan dalam film Harry Potter.
Tidak setiap orang bahkan dosen dan mahasiswa Oxford sekalipun bisa dengan mudah berada di ruangan bersejarah ini, tetapi tidak dengan Anies Baswedan.
Anies mengekspresikan kegembiraannya dengan mengunggah foto dan menyematkan kata Hogwarts yang menjadi tempat penggemblengan bagi Harry Potter menjadi Pemimpin.
Atas unggahan foto tersebut, akun Anies Baswedan banyak dikomentari warganet dan menyebut bahwa Anies adalah seorang Gryffindor.
Dalam film dan novel JK Rowling, sebelum menempati asrama di Hogwarts, tiap siswa akan di tes oleh Topi Seleksi yang tidak pernah salah menilai karakter seseorang.
Ada 4 jenis karakter tersebut yakni Hufflepuff yang cenderung terlalu baik atau permisif, Ravenclaw yang dikenal sebagai anti sosial dan individualis.
Slytherin yang dikenal sombong, licik dan arogan, serta pribadi berkarakter Gryffindor yang dikenal Pemberani, setia dan sopan. ***

Share this article
Atas unggahan foto tersebut, akun Anies Baswedan banyak dikomentari warganet dan menyebut bahwa Anies adalah seorang Gryffindor