AYOJAKARTA.COM - Gunung Tangkuban Perahu yang berada di Jawa Barat dikabarkan mengeluarkan sinar yang diduga sinar api dalam Kawah Ecoma.
Munculnya cahaya yang diduga sinar di Kawah Ecoma tersebut diketahui dari tangkapan layar CCTV di Gunung Api Tangkuban Perahu.
Mengenai hal tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pengecekan aktivitas Gunung Tangkuban Perahu.
Berdasarkan press release yang diterbitkan oleh laman magma.esdm.go.id seperti dikutip AyoJakarta.com pada Kamis (16/2/2023), PVMBG telah melakukan pemeriksaan di Kawah Ecoma.
Pemeriksaan visual dilakukan pada malam hari pukul 19.00-20.00 WIB untuk mengetahui munculnya titik sinar api yang terdeteksi kamera CCTV inframerah di Kawah Ecoma yang terjadi pada 9 Februari 2023 sekitar pukul 18.30 WIB hingga 10 Februari 2023 pukul 03.00 WIB.
Dari hasil pemeriksaan visual malam hari tampak cerah, angin kencang, tampak asap keluar dari Kawah Ecoma dengan tekanan kuat, terdengar juga gemuruh yang cukup kuat, tercium juga bau belerang atau gas sulfur dan tidak terlihat ada titik sinar api.
Pengukuran suhu solfatara di Kawah Ecoma dari jarak jauh memperlihatkan suhu yang bervariasi.
Hal ini dipengaruhi asap solfatara dan aliran udara di sekitar kawah dengan suhu terukur maksimum 105 derajat celcius.
Pengukuran gas udara ambien di sekitar Kawah Ecoma menggunakan detektor multigas dengan hasil tidak terdeteksi adanya gas vulkanik konsentrasi tinggi dan menggunakan VOGAMOS untuk gas CO2 dan H2S yang secara telemetri relatif stabil tidak memperlihatkan adanya indikasi peningkatan.
Mengacu pada data kegempaan tampak adanya peningkatan gempa harmonik pada Juli-Agustus 2022.
Peningkatan gempa LF cenderung tinggi dan berfluktuasi pada Juni 2022 hingga awal Februari 2023 yang mana keberadaan gempa tersebut bisa memberikan indikasi adanya pergerakan aliran fluida ke permukaan.
Anomali panas yang terdeteksi diduga akibat pemanasan yang terindikasi oleh tercatatnya gempa tremor spasmodik dari analisa frekuensi rekaman gempa Gunung Tangkuban Perahu.
Baca Juga: Wisata Blue Fire di Kawah Ijen Jawa Timur, Cocok untuk Liburan Keluarga di Akhir Tahun!
Dari hasil pemeriksaan di Kawah Ecoma yang dilakukan, tidak memperlihatkan adanya titik sinar api yang berhubungan dengan adanya perpindahan magma ke permukaan.
Diduga fenomena titik api tersebut bukan disebabkan karena adanya magma yang naik ke permukaan.
Meski begitu, adanya lokasi titik sinar api yang terpantau dari kamera CCTV bisa disebabkan karena adanya aliran fluida yang naik ke permukaan.
Baca Juga: Ngeri! Detik-detik Wisatawan Bule Nyaris Kecemplung Jurang Kawah Ijen di Banyuwangi
Fluida yang naik tersebut menyebabkan pemanasan di area kawah dan menimbulkan reaksi dengan batuan khususnya endapan belerang yang ada di sekitar kawah.
Sehingga hal itu menimbulkan titik sinar api yang terekam oleh kamera CCTV inframerah.
Dari hasil evaluasi, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Perahu pada 13 Februari 2023 masih padal Level I atau normal.***

Share this article
Berikut penjelasan lengkap PVMBG terkait sinar yang muncul di kawah Gunung Tangkuban Perahu yang sempat dikira magma.