AYOJAKARTA.COM - Selain hasil vonis, publik tak luput mengamati gestur Hakim dan juga para terdakwa pembunuhan Brigadir J saat sidang vonis pada 13-15 Februari 2023.
Monica Kumalasari selaku Pakar Mikro Ekspresi memaparkan analisis yang ia lakukan selama sidang Ferdy Sambo Cs.
Ia membaca bahwa Hakim menunjukkan gestur yang berbeda saat pembacaan vonis Ferdy Sambo Cs sebagai terdakwa kasus pembunuhan Yosua.
Menurut Monica Kumalasari, respons seseorang terhadap sesuatu atau komunikasi kurang dari 10 persen yang diungkapkan secara verbal.
Baca Juga: Cerita Haru Ronny Talapessy Soal Vonis Ringan Richard Eliezer: di Luar Ekspektasi!
Sedangkan sekitar 90 persen sisanya akan manusia ungkapkan dengan cara non verbal termasuk melalui ekspresi dan gestur.
Bahkan bahasa non verbal dinilai sebagai bahasa yang lebih universal mengingat bahasa verbal memiliki banyak perbedaan yang bisa dipengaruhi baik dari suku, asal ataupun lainnya.
Tidak hanya ekspresi dan gestur dari Hakim saja yang diamati oleh Monica Kumalasari, pada saat pembacaan vonis hukuman, ia juga mengamati gestur dari Richard Eliezer dan Ferdy Sambo.
Ia juga menanngkap bahwa ada rasa haru dan dukungan yang terpancar dari pihak keluarga Yosua yang hadir dalam sidang dengan agenda vonis hukuman Richard Eliezer pada Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: Bandingkan Vonis Richard Eliezer dengan Trey Relford, Nikita Mirzani Tuai Cibiran Netizen!
Monica Kumalasari mengamati bahwa semenjak nota pembelaan yang dilakukan oleh Richard Eliezer, Hakim sudah memiliki sikap yang berbeda dibandingkan dengan terdakwa lainnya pada kasus pembunuhan Yosua.
“Pada saat nota pembelaan dari Eliezer, Hakim itu duduknya juga sudah santai dan kemudian sudah di belakang dan meletakkan tangannya. Berbeda dengan dari terdakwa yang lain,” ujar Monica Kumalasari.
Hal tersebut diartikan Monica Kumalasari bahwa Hakim sudah menentukan sikapnya untuk mengambil keputusan pada vonis nantinya.
Terlihat bahwa pada saat pembacaan vonis, Richard Eliezer mengepalkan kedua tangannya dan meletakkannya bukan pada sandaran kursi.
Baca Juga: GEGER! Nyawa Hakim Wahyu Iman Santoso Terancam Usai Beri Vonis Pada Ferdy Sambo, Benarkah?
Hal ini dinilai bahwa Richard Eliezer yang menumpukan tangan pada badannya sendiri adalah sebuah bentuk ikhlas atas apapun vonis yang diberikan Hakim.
Berbeda dengan gestur yang ditunjukkan oleh Ferdy Sambo yang meletakkan kedua tangannya pada sandaran kursi.
Cara pembacaan vonis yang dilakukan oleh Hakim pun berbeda.
Saat membacakan vonis untuk Ferdy Sambo, Hakim membacanya dengan lebih cepat.
Bukannya tanpa sebab, karena Hakim dinilai berada pada posisi tidak nyaman karena vonis yang dibacakannya akan mengandung kontroversi.
Monica Kumalasari menjelaskan bahwa ketika seseorang sedang dalam keadaan yang tidak nyaman maka otomatis ia akan berupaya untuk cepat keluar dari kondisi tersebut.
Hakim dinilai lebih santai ketika membaca vonis untuk Richard Eliezer karena menurut Monica Kumalasari, Hakim sudah memiliki sikap bahkan sejak agenda nota pembelaan, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (19/2/2023).***

Share this article
Berikut arti gestur Hakim Wahyu Iman Santoso saat membacakan vonis Ferdy Sambo CS menurut Pakar Mikro Ekspresi.