AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pemkot Jakarta Timur meluncurkan program KJP Try Out bagi siswa kelas XII SMA penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Program ini resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (21/10/2025), diikuti oleh ratusan pelajar dan kepala sekolah di wilayah Jakarta Timur.
Program KJP Try Out bertujuan membantu siswa penerima KJP mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) tahun 2026.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Gunakan Exynos 2600 di Semua Varian, Klaim 6x Lebih Cepat dari Chip Apple
Melalui latihan soal dan simulasi ujian berbasis komputer, siswa diharapkan lebih siap dan percaya diri bersaing dengan peserta lain dari berbagai daerah. Menurut Pramono, program ini merupakan langkah konkret pemerataan akses pendidikan di Jakarta.
“Jika anak-anak penerima KJP diberi kesempatan dan difasilitasi dengan baik, mereka pasti bisa berkompetisi dengan yang lain,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Pemkot Jakarta Timur, Rabu, 22 Oktober 2025.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan bagi pelajar kurang mampu. “Saya dulu juga tumbuh dari keluarga sederhana, bisa sekolah karena beasiswa. Maka saya paham pentingnya akses pendidikan yang setara,” tambahnya.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan lima kali periode mulai Oktober 2025 hingga Februari 2026.
Pada tahap awal, 472 siswa dari enam SMA ikut berpartisipasi, dan ditargetkan meningkat hingga 3.304 siswa dari 40 sekolah negeri.
“Program ini dilatarbelakangi niat untuk memberi kesempatan belajar yang adil bagi seluruh siswa penerima KJP,” ungkap Munjirin.
KJP Try Out digelar melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Jakarta Timur, Baznas Bazis DKI Jakarta, dan Naiju Academy sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi ini juga akan memberi bimbingan intensif eksklusif bagi 20 siswa dengan nilai tertinggi.
Setiap sesi try out akan menguji dua kemampuan utama yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi sesuai format seleksi perguruan tinggi nasional.
Baca Juga: PWI Pusat Tegaskan Komitmen Penguatan Keamanan Siber Pasca Insiden Deface Situs Resmi
Kegiatan dilaksanakan langsung di sekolah masing-masing, menggunakan laboratorium komputer yang tersedia. Pramono Anung berharap, program ini dapat menjadi role model pendidikan kolaboratif.
Ia mendorong agar ke depan ada dukungan dari BUMD, BUMN, dan sektor swasta agar program berkelanjutan. Dengan target 3.000 pelajar pada Februari 2026, KJP Try Out menjadi simbol nyata komitmen Jakarta dalam mewujudkan pendidikan inklusif, merata, dan berkeadilan sosial.***
Share this article
Pemprov DKI luncurkan KJP Try Out bagi 3.000 siswa SMA penerima KJP. Program ini bantu persiapan SNBT 2026 dengan latihan soal dan bimbingan intensif agar peluang kuliah makin besar.