AYOJAKARTA.COM - Setiap tahunnya, lulusan ITB selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar dengan harapan dapat mengisi posisi-posisi strategis.
Namun, data terbaru dari Tracer Study 2023 yang mengamati lulusan angkatan 2016 atau yang lulus dalam kurun waktu 4-5 tahun terakhir, mengungkap fakta menarik tentang pendapatan mereka.
Ternyata, ada beberapa lulusan yang memiliki penghasilan tidak lebih dari Rp 6 juta per bulan.
Dari hasil survei tersebut, sepuluh program studi (prodi) yang lulusan ITB-nya memiliki penghasilan terendah ditemukan.
Baca Juga: KPM BPNT dan PKH Periode Juli-September Sudah Terima Surat Undangan: Benarkah Ada Perubahan Mekanisme Pencairan dari PT Pos ke Bank Himbara?
Di posisi teratas dengan gaji tertinggi di antara yang terendah adalah lulusan program studi Kriya, Fisika, dan Desain Komunikasi Visual yang masing-masing memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan.
Selanjutnya, lulusan dari program studi Mikrobiologi memperoleh penghasilan Rp 5,8 juta, diikuti oleh Farmasi Klinik & Komunitas sebesar Rp 5,5 juta.
Menariknya, Biologi dan Rekayasa Pertanian juga tercatat memiliki penghasilan yang serupa, yakni Rp 5,5 juta dan Rp 5,2 juta.
Dua program studi dengan penghasilan paling rendah di antara lulusan ITB adalah Seni Rupa dan Desain Interior, dengan gaji sebesar Rp 5 juta per bulan.
Baca Juga: Kasus Vina: Ahli Metafisika Sebut Akibat dari Sumpah Pocong Itu Fatal, Bisa Mendatangkan Azab antara Kematian atau Musibah
Untuk memberikan gambaran lebih luas, lulusan dari program studi Teknik Informatika menjadi yang paling tinggi dengan penghasilan mencapai Rp 15,75 juta per bulan.
Perbedaan yang signifikan ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perbedaan pendapatan tersebut.
Faktor pertama yang mempengaruhi tinggi rendahnya gaji lulusan ITB adalah permintaan pasar terhadap keahlian tertentu.
Program studi seperti Teknik Informatika sangat dibutuhkan di era digital ini, sehingga lulusan dari jurusan ini sering mendapatkan penawaran gaji yang lebih tinggi.
Sementara itu, program studi lain seperti Seni Rupa atau Desain Interior, meskipun memiliki prospek karir yang baik, mungkin tidak memiliki permintaan yang sebesar jurusan teknik atau sains.
Baca Juga: 14 Fakultas yang Mudah Cari Kerja di Universitas Indonesia, Alumni Ini Cuma Butuh Waktu Sebulan!
Faktor kedua adalah jenis industri tempat lulusan bekerja. Lulusan Teknik Informatika cenderung bekerja di industri teknologi yang terkenal memberikan gaji tinggi, terutama jika mereka bekerja di perusahaan multinasional atau start-up yang berkembang pesat.
Sebaliknya, lulusan dari program studi seperti Seni Rupa atau Desain Interior mungkin lebih banyak bekerja di industri kreatif yang gajinya bisa sangat bervariasi dan tidak selalu tinggi.
Selain itu, pengalaman kerja juga berperan dalam penentuan gaji. Beberapa lulusan mungkin memilih jalur karir yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai gaji yang lebih tinggi, seperti di bidang akademik atau penelitian.
Ini dapat menjelaskan mengapa beberapa lulusan ITB dari program studi tertentu memiliki gaji awal yang relatif rendah.
Tidak hanya itu, lokasi kerja juga menjadi faktor penting. Lulusan yang bekerja di kota-kota besar atau pusat bisnis cenderung mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja di daerah dengan biaya hidup yang lebih rendah.
Selain faktor-faktor di atas, kemampuan negosiasi gaji, jaringan profesional, dan prestasi individu juga dapat mempengaruhi seberapa besar penghasilan seorang lulusan.
Baca Juga: Raih Medali Emas, Veddriq Leonardo Ungkap Tujuan Dirinya ‘Diculik’ Pelatih sebelum Kompetisi Dimulai
Meskipun demikian, meskipun beberapa lulusan memiliki gaji yang lebih rendah, prospek jangka panjang tetap menjadi pertimbangan penting.
Beberapa bidang mungkin menawarkan peningkatan karir yang lebih lambat namun stabil, sementara bidang lain mungkin memberikan lompatan gaji yang lebih cepat.
Namun, penting untuk diingat bahwa gaji bukanlah satu-satunya indikator kesuksesan. Kepuasan kerja, keseimbangan hidup, dan pencapaian pribadi juga merupakan aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam perjalanan karir seseorang.
Tracer Study ini diharapkan dapat menjadi cermin bagi lulusan dan mahasiswa ITB untuk lebih memahami realitas dunia kerja dan mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Baca Juga: 8 Kampus Swasta Terbaik di Jawa Tengah versi PDDikti, 3 di Antaranya Universitas Muhammadiyah
Berikut 10 prodi di ITB yang gaji lulusannya (angkatan 2016) paling kecil
- Kriya Rp6.000.000
- Fisika Rp6.000.000
- Desain Komunikasi Visual Rp6.000.000
- Mikrobiologi Rp5.800.000
- Farmasi Klinik & Komunitas Rp5.500.000
- Biologi Rp5.500.000
- Rekayasa Pertanian Rp5.200.000
- Seni Rupa Rp5.000.000
- Desain Interior Rp5.000.000
Share this article
Beberapa lulusan Institut Teknologi Bandung yang memiliki penghasilan tidak lebih dari Rp 6 juta per bulan menutrut data Tracer Study 2023.