Perbedaan Mekanisme dari Sistem PPDB dan SPMB, Tantangan Baru bagi Pemerintah? Begini Menurut Pakar

Illustrasi. Perubahan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tahun 2025 membawa sejumlah perbedaan mekanisme dan tantangan yang perlu diatasi pemerintah.
Illustrasi. Perubahan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tahun 2025 membawa sejumlah perbedaan mekanisme dan tantangan yang perlu diatasi pemerintah.

AYOJAKARTA.COM – Perubahan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tahun 2025 membawa sejumlah perbedaan mekanisme dan tantangan yang perlu diatasi pemerintah.

Sebagaimana diketahui, perubahan sistem penerimaan siswa ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia lebih adil dan transparan.

Adapun perbedaan utama antara PPDB dan SPMB yakni jalur penerimaan siswa di setiap sekolahnya.

Baca Juga: Fakta Google Kurs 1 USD Jadi Rp8.170, Begini Klarifikasi dari Google dan Tanggapan Pihak BI

Berikut adalah perbedaan utama antara PPDB dan SPMB, serta tantangan yang dihadapi pemerintah menurut para Pakar Pendidikan.

Perbedaan Mekanisme antara PPDB dan SPMB

1. Jalur Penerimaan:

PPDB: Menggunakan sistem zonasi yang mengacu pada Kartu Keluarga (KK) untuk menentukan jarak tempat tinggal siswa ke sekolah.

SPMB: Mengubah sistem zonasi menjadi jalur domisili, yang memungkinkan pendaftaran berdasarkan kedekatan tempat tinggal tanpa harus menggunakan KK. SPMB memiliki empat jalur

penerimaan: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutase.

2. Persentase Kuota Jalur:

Pada SPMB, terdapat perubahan dalam persentase kuota masing-masing jalur penerimaan.

Misalnya, kuota jalur domisili tetap minimal 70%, jalur afirmasi 15%, jalur mutasi maksimal 5%, dan jalur prestasi tidak mengalami perubahan. Ini berbeda dengan PPDB yang lebih kaku dalam pembagian kuota.

3. Fokus pada Kualitas:

SPMB dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas, dengan memperhitungkan prestasi akademik dan non-akademik, serta memberikan perhatian lebih kepada siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: HEBOH! Gas Elpiji 3 Kg Tidak Dijual Eceran, Begini Cara Daftar dan Syarat yang Harus Dipenuhi Penjual

4. Jangkauan Wilayah untuk SMA/SMK:

· Pada SPMB, penerimaan siswa SMA/SMK dapat melibatkan lintas kabupaten/kota dalam satu provinsi atau bahkan lintas provinsi jika domisili lebih dekat. Ini berbeda dengan PPDB yang lebih terbatas pada wilayah zonasi tertentu.

 5. Pembaruan Jalur Prestasi Non-Akademik:

· SPMB menambahkan kriteria baru pada jalur prestasi non-akademik, seperti kepemimpinan (aktif di OSIS atau pramuka), selain olahraga dan seni yang sudah ada sebelumnya.

Tantangan dalam Implementasi SPMB

Beberapa pakar, seperti Martadi Wakil Rektor 4 dari Universitas Negeri Surabaya yang dikutip dari Metro TV, mengkhawatirkan bahwa penghapusan sistem zonasi dapat menyebabkan kesenjangan pendidikan yang lebih besar.

Menurut Dr. Martadi, Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya, perubahan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) memerlukan pemetaan yang baik terhadap sekolah-sekolah yang terlibat.

Dalam SPMB, penting untuk melibatkan sekolah swasta dalam proses penerimaan.

Baca Juga: Jadwal Pencairan TPG Triwulan 1 2025 Lulusan PPG Guru Tertentu Piloting 1,2,dan 3, Cek Juga Syarat Cairkan Tunjangan

Martadi mengingatkan bahwa jika pemerintah hanya fokus pada sekolah negeri, maka akan ada kesan bahwa SPMB hanya mengatur penerimaan siswa di sekolah negeri saja, padahal sekolah swasta juga memiliki peran signifikan dalam pendidikan.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Penetapan kuota yang terlalu kaku dapat menimbulkan masalah baru.

“ jangan terlalu kaku misalnya kita mematok 30% dari pusat yang mana semua daerah harus sama, menurut saya kuota setiap daerah berbeda itu pasti berbeda jadi tidak cocok,” ungkap Martadi.

Pakar Pendidikan tersebut menyarankan agar setiap daerah diberikan kebebasan untuk menentukan proporsi kuota berdasarkan kondisi lokal mereka, sehingga tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua daerah. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# PPDB
# Perbedaan
# SPMB

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.