AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu terakhir, media sosial 'X' diramaikan dengan dugaan penyalahgunaan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Hingga Jumat 3 Mei 2024, sudah lebih dari 60 ribu cuitan. Bersaing dengan pembahasan soal sepak bola U23.
Universitas Diponegoro (Undip) selaku kampus tempat mahasiswa tersebut kuliah juga telah angkat bicara.
Baca Juga: Anies Baswedan soal Pilgub DKI Jakarta: Semua yang Menyangkut Langkah Berikutnya Kasih Jeda Sebentar
Dilansir Ayojakarta.com dari Instagram @seputarkuliah, Undip akan mempertimbangkan kelanjutan bantuan KIP.
Salah satunya dengan melakukan survey ulang ke rumah penerima kIP-K.
Pihak Undip juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik atas penerima kIP-K.
Dari YouYube Kompas.com Manajer Layanan Terpadu dan Humas Undip Utami Setyowati mengungkapkan, saat awal pendaftaran KIP-K mahasiswa tersebut memang masuk dalam kriteria sebagai penerima.
Baca Juga: 7 Fakta Psikologi Orang yang Pendiam, Ternyata Bukan Si Penakut dan Pemalu, tetapi...
Namun seiring berjalannya waktu, ia sering menerima endorse dari unggahan-unggahan di media sosial pribadinya.
Setelah memiliki pendapatan cukup, yang bersangkutan tidak langsung mengundurkan diri sebagai penerima KIP-K.
"Segala konten yang diunggah mahasiswa adalah tanggungjawab pribadi," ujar Utami.
Meskipun belakangan telah diketahui, jika mahasiswa tersebut telah mengundurkan diri sebagai penerima KIP-K.
KIP-K adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademik, tapi ada keterbatasan ekonomi.
Mereka masih dalam kategori miskin dan rentan miskin.
Jika memang penerimanya dinyatakan tidak layak, maka status sebagai penerima dapat dicabut.
Tentunya setelah melalui verifikasi dari kampus yang bersangkutan.
Namun, kesadaran diri dari penerima akan lebih baik.
***

Share this article
Beberapa waktu terakhir, media sosial 'X' diramaikan dengan dugaan penyalahgunaan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah