BPS Ungkap Data dan Alasan Banyak Perempuan Tak Lanjutkan Pendidikan, Begini Penjelasan Teologis hingga Ekonomi

Meski pentingnya pendidikan, partisipasi perempuan di Indonesia masih terkendala oleh banyak faktor.
Meski pentingnya pendidikan, partisipasi perempuan di Indonesia masih terkendala oleh banyak faktor.

AYOJAKARTA.COM -- Meski pentingnya pendidikan, partisipasi perempuan di Indonesia masih terkendala oleh banyak faktor.

Berbagai pandangan teologis, sosiologi, psikologis, budaya dan ekonomi menjadi hambatan bagi perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Banyak kalangan yang mulai mempertanyakan alasan di balik fenomena ini, mengingat pendidikan bagi para perempuan sangat penting untuk membangun generasi yang berkualitas.

Baca Juga: Jumlah Total Penumpang MRT Bulan September 2024 Menurun tetapi Kumulatif Naik? Ini Penjelasannya Berdasarkan Data BPS

Salah satu faktor utamanya adalah pandangan teologis yang menempatkan perempuan sebagai bagian dari laki-laki.

Dalam pandangan ini, perempuan dianggap sebagai tulang rusuk laki-laki yang menciptakan relasi tidak seimbang.

Laki-laki dipandang sebagai sosok yang superior, sementara para perempuan ditempatkan sebagai sosok yang lebih rendah.

Pemikiran ini turut mendorong pemahaman bahwa pendidikan yang tinggi menjadi menjadi prioritas bagi perempuan.

Baca Juga: Wah! Menurut Data BPS Penghuni Kamar Hotel Berbintang dan Non Bintang Alami Kenaikan, Pertanda Baik?

Dari sudut pandang sosiologis, perempuan sering kali ditempatkan di ranah domestik.

Budaya yang berkembang masih menempatkan perempuan di dalam rumah dan mengurus hal-hal domestik, bukan ranah publik.

Banyak yang percaya bahwa para perempuan ini tidak perlu mengenyam pendidikan yang tinggi, cukup sampai bisa membaca dan menulis.

Ini menyebabkan banyak perempuan tidak didorong untuk melanjutkan pendidikan terutama di wilayah pedesaan yang masih terikat pada pandangan tradisional.

Baca Juga: Perkembangan Kemiskinan di Jakarta 2017-2023: Upaya dan Tantangan yang Dihadapi Pemprov DKI sesuai Data BPS Terbaru

Faktor psikologis juga berperan penting. Di beberapa budaya, terutama pada tradisi Jawa, terdapat anggapan bahwa perempuan harus cepat menikah agar terhindar dari aib menjadi perawan tua.

Pernikahan muda lebih diutamakan dibandingkan pendidikan tinggi karena orang tua khawatir jika anak perempuan tidak segera menikah.

Pemahaman tersebut kerap kali membuat perempuan lebih memilih menikah muda daripada meneruskan pendidikan.

Selain itu, ada pandangan budaya yang menganggap perempuan sebagai sosok yang hanya melengkapi laki-laki.

Baca Juga: Wow Sentuh hingga Angka 2 Digit, Inilah Rata-Rata Upah DKI Jakarta Terbaru BPS Sentuh Angka Mulai Rp 5 Jutaan

Pendidikan tinggi dianggap kurang perlu untuk perempuan karena dinilai cukup hanya berperan sebagai pendukung keluarga.

Budaya tersebut memperkuat stereotip bahwa perempuan tidak perlu mengembangkan diri di luar peran domestic.

Aspek ekonomi menjadi faktor penentu. Keluarga dengan keterbatasan ekonomi seringkali menghadapi pilihan yang sulit ketika membiayai pendidikan anak.

Anak laki-laki biasanya lebih diprioritaskan untuk melanjutkan pendidikan, sementara anak perempuan diarahkan untuk segera menikah agar terbebas dari beban ekonomi keluarga.

Baca Juga: 3 Wilayah Penghasil Beras Terbanyak di Jakarta Menurut BPS dalam 3 Tahun Terakhir, Tertinggi Kota Ini!

Data dari Susenas pada maret 2023 menunjukkan bahwa 8,51% kepala rumah tangga perempuan tidak memiliki ijazah SD, jauh lebih tinggi dari kepala rumah tinggi dari kepala rumah tangga laki-laki yang hanya 3,31%.

Di antara kepala rumah tangga perempuan, mayoritas hanya memiliki ijazah Pendidikan dasar seperti SD dan SMP.

Sebanyak 23,37% kepala rumah tangga perempuan memiliki ijazah SD, sementra itu ada 20.06% hanya tamat SMP.

Dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi, ketertinggalan perempuan lebih terlihat.

Baca Juga: Daftar Jumlah Penduduk Miskin di Wilayah DKI Jakarta Berdasarkan Data BPS Terbaru, Nomor 1 Ada di Jakarta Utara

Hanya 34,21% kepala rumah tangga perempuan yang memiliki ijazah SMA, lebih rendah dibandingkan kepala rumah tangga laki-laki yang mencapai 51,64%.

Untuk Pendidikan diatas SMA, angka perempuan bahkan lebih rendah, hanya 13,85% dibandingkan laki-laki yang mencapai hingga 18,62%.

Penting untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan bagi perempuan agar mereka lebih terdorong untuk melanjutkan pendidikan.

Keluarga juga perlu memberikan dukungan agar anak perempuan setara dalam dunia pendidikan.

Baca Juga: Daftar Jumlah Tempat Ibadah Menurut Wilayah yang Ada di DKI Jakarta Berdasarkan Data BPS Terbaru

Dengan pendidikan tinggi, perempuan diharapkan bisa menjadi pendidik pertama bagi anak-anak mereka, sehingga menciptakan generasi berkualitas.

Di era modern seperti ini, pendidikan perempuan juga diharapkan menumbuhkan kesadaran yang lebih luas tentang manfaatnya, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat.

Meningkatkan partisipasi perempuan dalam berpendidikan tinggi bukan hanya soal hak, melainkan juga investasi bagi masa depan bangsa.

Baca Juga: Wilayah di Jakarta yang Memiliki Penduduk Perempuan Lulusan Perguruan Tinggi Menurut BPS, 2 Kota ini Jadi yang Paling Banyak

Pemerintah, masyarakat dan keluarga perlu bekerjasama mendorong perubahan, mengatasi hambatan yang menghalangi para perempuan dalam mendapatkan akses Pendidikan yang setara.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Data
# Pendidikan
# perempuan

News Update

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan