AYOJAKARTA.COM -- Dugaan telah terjadinya kelalaian dari pihak sekolah turut mewarnai fenomena pendaftaran seleksi SNBP 2025 di sejumlah daerah.
Meski belum ada kepastian dari instansi terkait, harapan dari calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi SNBP 2025 dan memilih jurusan kuliah favorit berujung kekecewaan.
Menghadapi kendala SNBP 2025 yang jauh dari harapan, Psikolog Seto Mulyadi mengatakan, siswa kelas XII perlu tetap memperhatikan kesehatan mental.
Baca Juga: CATAT! 6 Jurusan dengan Daya Tampung Terbanyak di SNBP UNJA 2025, Ada Akuntansi hingga Ilmu Hukum
Selain tetap mengedepankan aspek psikis, hal penting yang juga perlu diperhatikan calon mahasiswa adalah mendalami minat serta kemampuan melihat peluang.
“Sebagai generasi muda intinya jangan mudah menyerah dan putus asa, intinya tetap bangkit dan semangat,” ungkapnya.
Di samping mengingatkan agar siswa yang belum memperoleh kepastian sebagai peserta SNBP untuk bersabar, Seto juga memberi sejumlah saran kepada calon mahasiswa.
Bagi peserta SNBP 2025 yang telah memasuki tahap pendaftaran, Seto mengajak calon mahasiswa untuk memperhatikan sejumlah hal sebelum membuat pilihan jurusan.
Baca Juga: Cara Finalisasi Pendaftaran SNBP 2025, Calon Mahasiswa Jangan Lupa Unduh Kartu Peserta!
Bukan hanya pertimbangan kemampuan nilai akademik, hal penting untuk diperhatikan setiap calon mahasiswa sebelum memilih jurusan kuliah adalah minat serta bakat.
Peran bakat maupun minat, menurut Seto sangat penting karena menyangkut berbagai hal penting di masa depan.
Adanya kesesuaian antara minat, bakat, tujuan di masa depan serta peluang pekerjaan, menurut Seto merupakan hal mendasar.
Sebelum menetapkan jurusan kuliah, Seto juga mengingatkan agar setiap calon mahasiswa turut melibatkan peran Orang Tua serta Guru Pembimbing.
Untuk lebih memantapkan pilihan prodi, calon mahasiswa peserta SNBP menurut Seto juga perlu mengikuti sejumlah kegiatan eksternal yang sejalan dengan tujuan.
“Dengan melihat kondisi sendiri, keuangan, jarak, calon mahasiswa juga perlu melakukan riset mengenai tujuan yang akan dicapai,” imbuhnya.
Dalam menentukan jurusan kuliah, tidak jarang orang tua justru mendatangkan dilema keputusan dengan melakukan campur tangan.
Menyikapi situasi tersebut, Seto mengimbau agar orang tua dengan anak perlu melakukan percakapan secara kekeluargaan.
Meski berada di fase transisi, Seto juga menyarankan agar anak-anak tetap diberikan ruang untuk terus bertumbuh dan berkembang.
Setiap anak menurut Seto memiliki karakteristik akademik yang unik, sehingga masing-masing individu perlu diperlakukan sesuai dengan kemampuan.
Baca Juga: Pendaftaran SNBP 2025 Masih Dibuka! Intip 7 Jurusan di Unsil dengan Daya Tampung Terbanyak
“Siswa itu perlu mengambil keputusan sendiri, sehingga apa yang dilakukan bukan karena terpaksa atau tekanan-tekanan dari eksternal,” jelas Seto.
Kesesuaian antara bakat dengan minat serta dorongan motivasi dari orang tua, menurut Seto akan menjadi penentu prestasi siswa peserta SNBP 2025.***

Share this article
Dugaan telah terjadinya kelalaian dari pihak sekolah turut mewarnai fenomena pendaftaran seleksi SNBP 2025 di sejumlah daerah.