AYOJAKARTA.COM - Kolesterol dikatakan sebagai senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh. Sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati. Pada dasarnya tubuh juga membutuhkan kolesterol normal untuk tetap sehat.
Namun, apabila Anda memiliki tingkat kolesterol yang tinggi maka hal itu sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan buruknya sirkulasi darah. Oleh karena itu, adanya pemeriksaan kolesterol dalam darah secara rutin sangat berguna untuk mendeteksi risiko tersebut. Anda dapat konsultasi dokter gratis untuk mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan untuk pemeriksaan kolesterol.
Kolesterol memiliki dua jenis, yaitu kolesterol baik dan kolesterol jahat. Kolesterol baik (HDL-High Density Lipoprotein) memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya ateroma atau penyempitan pembuluh darah akibat lemak.
Sedangkan kolesterol jahat (LDL-Low Density Lipoprotein) menjadi salah satu penyebab utama pembentukan ateroma atau pemicu penyakit jantung yang dikenal juga sebagai aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Apabila ateroma terus dibiarkan dalam jangka panjang, maka plak tersebut nantinya akan menebal dan bahkan meluas. Hal itu yang nantinya akan menyebabkan pembuluh darah bisa tersumbat dan membuat aliran darah tidak lancar.
Macam-Macam Tingkat Kadar Kolesterol
Berikut ini tingkat kadar kolesterol yang ada di dalam darah dikatakan normal menurut jenis-jenisnya:
- Kolesterol baik
Semakin tinggi tingkat kolesterol baik atau HDL, maka akan semakin baik untuk kesehatan. Ini karena HDL melindungi dari penyakit jantung.
Tingkat HDL minimal 60 mg/dL atau lebih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Sebaliknya, tingkat HDL kurang dari 40 mg/dL justru menaikkan risiko penyakit jantung.
- Kolesterol jahat
LDL atau kolesterol jahat sebaiknya berada pada tingkat yang rendah atau dapat ditoleransi tubuh, yaitu kurang dari 100 mg/dL. Jumlah LDL 100-129 mg/dL dapat dikatakan sebagai ambang batas toleransi. Jika melebihi jumlah tersebut kolesterol jahat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti ateroma, penyakit jantung, dan stroke.
Jumlah LDL 130-159 mg/dL dapat dikatakan memasuki ambang batas tinggi, dan jika jumlahnya telah mencapai 160-189 mg/dL sudah masuk level tinggi. Sedangkan jumlah LDL 190 mg/dL dan selebihnya, sudah berada pada level sangat tinggi.
- Trigliserida
Lemak ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, semakin rendah tingkat trigliserida, maka akan semakin baik untuk kesehatan. Jumlah trigliserida 150-199 mg/dL dapat dikatakan berada pada ambang batas tinggi dan jumlah 200 mg/dL atau lebih termasuk tingkat trigliserida tinggi.
- Kolesterol total
Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam setiap desiliter darah. Biasanya, dengan melihat kadar kolesterol total dan HDL saja sudah dapat menggambarkan kondisi umum kadar kolesterol Anda.
Namun, jika kolesterol total berjumlah 200 mg/dL atau lebih, atau HDL kurang dari 40 mg/dL, Anda perlu melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap yang mencakup LDL dan trigliserida.
Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Jumlah kadar kolesterol 200-239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi. Jika jumlahnya mencapai 240 mg/dL atau lebih termasuk tingkat kolesterol tinggi.
Faktor Risiko Kolesterol Tinggi
Selain pada umumnya menyerang lansia, kolesterol tinggi juga dapat diderita oleh orang-orang yang masih berusia muda. Sebagian besar penyebab kolesterol tinggi berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat.
Akan tetapi, masih ada beberapa faktor lain yang perlu Anda waspadai agar kolesterol tidak tinggi, diantaranya:
- Obesitas atau kegemukan
- Minum minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan
- Kurang olahraga
- Gaya hidup yang inaktif (sedentary)
- Memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit kencing manis, kelainan kelenjar tiroid, kelainan polikistik ovarium pada wanita, kelainan atau gangguan pada ginjal, kehamilan dan kondisi lain pada wanita yang bisa meningkatkan kadar hormon wanita
- Konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya pil kontrasepsi, diuretik (melancarkan kencing), obat penurun tekanan darah, dan beberapa obat yang dipakai untuk mengobati depresi
Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi
Untuk menghindari kolesterol tinggi, berikut ada beberapa cara untuk menurunkan kadar kolesterol secara alami atau tanpa obat.
- Konsumsi makanan yang kaya Omega-3
Untuk para penderita kolesterol tinggi sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang kaya omega-3.
Ini karena makanan yang memiliki kandungan omega-3 dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Sementara itu, untuk beberapa makanan yang kaya akan omega-3 di antaranya, ikan salmon, makarel, ikan tuna, sarden, biji chia, dan kacang kenari.
- Konsumsi makanan yang mengandung serat laut
Konsumsi makanan yang mengandung serat laut sendiri bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah.
Hal ini karena makanan yang mengandung serat laut dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh dan menurunkan trigliserida dalam darah.
Sementara itu, untuk makanan yang mengandung serat laut di antaranya, brokoli, lobak, buah pir, apel, wortel, kacang merah, dan alpukat.
- Kontrol berat badan
Obesitas menjadi salah satu faktor meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, penderita disarankan untuk senantiasa menjaga berat badan.
Salah satu cara menjaga berat badan yaitu dengan olahraga secara rutin.
- Berhenti merokok
Bagi orang yang merokok, risiko memiliki kadar kolesterol tinggi pun juga meningkat.
Gaya hidup yang tidak sehat ini dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan membuat pembuluh darah menjadi tidak elastis. Kondisi tersebut sangat berbahaya, sebab, resiko pembuluh darah pecah akan meningkat.
Selain itu, kondisi tersebut tidak hanya membuat kadar kolesterol jahat naik, namun juga bisa memperbesar risiko terkena penyakit jantung dan stroke.
- Rutin Konsumsi Teh
Siapa sangka kebiasaan mengonsumsi teh bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh.
Dilansir dari Healthline, teh memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, salah satunya membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.
Teh dikenal memiliki kandungan flavonoid yang tinggi dibandingkan makanan lain. Flavonoid merupakan senyawa alami yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh dan biasanya terdapat juga di buah dan sayuran.
Adapun rutin mengkonsumsi teh tanpa gula dapat menekan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh sehingga kesehatan jantung bisa terjaga dan risiko terkena penyakit berbahaya juga turun.

Share this article
Berikut ini sejumlah cara menurunkan kolesterol secara alami terutama kolesterol jahat yang perlu diketahui Anda agar tetap sehat.