AYOJAKARTA.COM - Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau biasa disebut World Mental Health Day.
WHO memperingati hari ini sebagai Hari Kesehatan Mental yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental.
Lalu, apa saja perbedannya antara sedih biasa dan depresi?
Baca Juga: Mahasiswa Baru UGM Tewas Bunuh Diri, Diduga Miliki Masalah Kesehatan Mental
Simak penjelasan berikut ini yang dikutip AyoJakarta.com dari MedicalNewsToday pada Senin (10/10/2022).
Jutaan orang di seluruh dunia mengalami kesedihan atau depresi di beberapa titik dalam hidup mereka.
Namun, mengenali perbedaan antara diagnosis depresi dan emosi kesedihan dapat membantu seseorang memproses keduanya dengan cara yang sehat.
Merasa sedih merupakan bagian integral dari depresi, tapi kedua hal tersebut tidak sama.
Mengetahui perbedaan antaranya dapat membantu seseorang mengenali kapan harus bertindak mencari pengobatan.
Kesedihan
Kesedihan merupakan hal normal yang dialami setiap menusia untuk mengekspresikan stres atau masa-masa suram.
Sejumlah peristiwa kehidupan dapat membuat orang merasa sedih atau tidak bahagia.
Kehilangan atau ketidakhadiran orang yang dicintai, perceraian, kehilangan pekerjaan atau pendapatan, masalah keuangan, atau masalah di rumah, semuanya dapat memengaruhi suasana hati secara negatif.
Bagaimana pun, seseorang yang bersedih biasanya dapat menemukan kelegaan dari menangis dan melampiaskan rasa frustrasi.
Lebih sering juga kesedihan memiliki kaitan dengan pemicu tertentu.
Kesedihan biasanya akan hilang seiring waktu.
Jika tidak hilang dalam kurun waktu lama, atau seseorang jadi tidak dapat melanjutkan kehidupan normalnya, ini bisa jadi merupakan tanda-tanda depresi.
Jika suasana hati terus-terusan memburuk atau berlangsung lebih dari dua minggu, orang tersebut harus segera ditangani oleh tenaga profesional.
Baca Juga: Kenali Sifat Paranoid Personality Disorder Serta Cara Tangani Kesehatan Mental Secara Mandiri
Depresi
Depresi adalah gangguan mental yang memiliki efek kuat pada banyak bagian kehidupan seseorang.
Ini dapat terjadi pada orang-orang dari segala jenis kelamin atau usia dan mengubah perilaku serta sikap.
Pada tahun 2015, sekitar 16,1 juta orang berusia 18 tahun atau lebih di AS telah mengalami setidaknya satu episode depresi berat dalam setahun terakhir, terhitung 6,7 persen dari semua orang dewasa di negara tersebut dengan gejala merasa putus asa, sedih, kurangnya motivasi dan kehilangan kesenangan pada hobi.
Dalam kasus yang parah, orang tersebut mungkin berpikir atau mencoba bunuh diri.
Mereka mungkin tidak lagi merasa ingin menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman dan mungkin berhenti mengejar hobi atau merasa tidak dapat menghadiri pekerjaan serta sekolah.
Baca Juga: Memperingati 10 Oktober Sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia, Apa yang Perlu Kita Lakukan?
Tidak seperti kesedihan, depresi dapat membuat seseorang berjuang untuk melewati hari mereka.
Kesedihan hanyalah salah satu elemen dari depresi.
Itulah perbedaan kesedihan dan depresi.
Keduanya berhubungan, namun tidaklah sama.
Carilah pendapat medis jika kesedihan tampaknya berlanjut untuk waktu yang tidak proporsional.
Ini bisa menunjukkan perkembangan kesehatan mentalmu.***(Izza Salsabila)

Share this article
Berikut perbedaan sedih biasa dan depresi yang wajib kamu ketahui di Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati tiap tanggal 10 Oktober.