JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Laporan baru menemukan suntikan booster vaksin Covid-19 bisa menimbulkan efek samping yang mirip dengan suntikan dosis kedua. Para peneliti di AS melihat kondisi orang-orang setelah menerima suntikan booster vaksin Covid-19.
Mereka mencatat gejala yang dirasakannya di aplikasi seluler yang sudah dilindungi kemanannya.
Berdasarkan catatan itu, ada 7 efek samping paling umum dari suntikan booster vaksin Covid-19. Sekitar 79 persen orang mengalami reaksi di tempat suntikan, seperti nyeri, kemerahan atau bengkak. Lalu, sekitar 74 persen mengaku mengalami efek samping, seperti demam, sakit kepala, kedinginan atau nyeri sendi. Tapi, mereka yang menerima suntikan booster dari vaksin Moderna nampaknya memiliki lebih banyak nyeri lengan dibandingkan setelah suntikan kedua.
Baca Juga: Update Vaksin Covid-19, Sekarang Booster Bisa 3 Bulan Pasca Vaksin Kedua, Tak Perlu Tunggu 6 Bulan
Adapun 3 jenis vaksin Covid-19 yang disetujui penggunaannya untuk suntikan booster, yakni vaksin Astraeneca, Pfizer dan Moderna. Tapi, JCVI telah memutuskan untuk memilih vaksin Pfizer sebagai pilihan terbaik yang bisa ditoleransi pula
Berdasarkan tinjauan cepat yang dilakukan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), orang yang divaksinasi berisiko kecil mengalami long Covid-19 ketika mereka terinfeksi virus corona.
Melansir Times of India melalui @matamatadotcom Rabu (23/2/2022) peneliti melihat bukti yang tersedia saat ini dari 15 studi dari seluruh dunia. Mereka menemukan bahwa vaksin Covid-19 mengurangi risiko infeksi dan penyakit, termasuk gejala seperti kelelahan. Sementara orang yang tidak vaksinasi dan terinfeksi, lalu menunjukkan gejala long Covid-19, kondisinya membaik setelah mendapat vaksin. Peneliti menemukan risiko untuk mengalami gejala Covid-19 lebih dari 28 hari berkurang.
Baca Juga: Ahli Sarankan Booster Vaksin Covid-19 Tiap 5 Tahun Sekali
Orang-orang yang mengalami gejala long Covid mengungkap bahwa vaksin membuat kondisi mereka membaik, baik segera maupun selama beberapa minggu setelahnya. Gejalanya dapat berlangsung lebih dari empat minggu atau satu bulan setelah infeksi. Sementara orang yang menerima dua dosis vaksin cenderung mengalaminya dalam waktu singkat.
Share this article
Laporan baru menemukan suntikan booster vaksin Covid-19 bisa menimbulkan efek samping yang mirip dengan suntikan dosis kedua.