AYOJAKARTA.COM - Cuaca ekstrem yang tak menentu di Ibu kota, menyebabkan berbagai macam penyakit berpotensi masuk ke tubuh.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi puncak flu musiman yang terjadi di DKI Jakarta.
Potensi puncak flu musiman ini bisa terjadi di periode Februari hingga Maret 2026.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, potensi kenaikan jumlah kasus flu musiman ini memang terjadi tiap tahunnya terlebih memasuki musim hujan dan pancaroba.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni menyebutkan kondiri udara yang lebih lembab menyebabkan froplet dapat bertahan lebih lama di udara.
Perubahan suhu yang drastic dapat menjadi faktor utama meningkatkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Karena itu penting bagi masyarakat untuk menjaga Daya tahan tubuh," pungkasnya.
Baca Juga: Infinix Note Edge, HP Rp3 Jutaan Rasa iPhone yang Bikin David GadgetIn Takjub
Pada bulan Januari 2026 setidaknya tercatat kasus positif influenza A subtipe H1 dan 2 kasus Influenza A subtipe H3 dari 43 sampel yang diperiksa.
Hal ini membuktikan adanya peningkatan kasus dari flu musiman di Ibu kota.
Walaupun begitu, Dinkes DKI Jakarta memastikan kasus SuperFlu belum masuk di DKI Jakarta.***
Share this article
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi puncak flu musiman yang terjadi di DKI Jakarta.