AYOJAKARTA.COM - Seorang bocah berusia 2 tahun 8 bulan di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) harus mendapatkan penanganan medis setelah digigit kucing.
Bocah berinisial M itu diduga terpapar rabies setelah menjadi korban gigitan kucing pada Rabu, 14 Juni 2023.
Dikutip dari Kemenkes, kucing menjadi salah satu hewan yang menularkan rabies pada manusia.
Baca Juga: Jakarta Konsisten Jaga Penularan Rabies
Selain kucing, penyakit yang juga disebut anjing gila juga ditularkan oleh anjing, monyet, dan kera.
Virus rabies atau lyssa virus yang berbentuk seperti peluru dan dilapisi lemak menular ke manusia melalui tiga cara, yakni gigitan, jilatan, dan cakaran.
Kucing, anjing, monyet dan kera yang terpapar rabies akan menularkan penyakit itu lewat tiga cara tersebut.
Masih mengutip laman Kemenkes, manusia yang terpapar rabies akan menampakkan empat ciri-ciri, yaitu:
- takut air
- takut cahaya
- takut suara
- takut angin
Jika sudah tumbul ciri-ciri tersebut maka penderita harus segera mendapatkan penanganan medis. Sebab, jika tidak tertolong dapat menyebabkan kematian.
Baca Juga: Sempat Ketakutan dan Tak Ingin Minum, Bocah 5 Tahun Akhirnya Meninggal Setelah Digigit Anjing Rabies
Adapun untuk mencegah terpapar rabies, berikut cara-caranya:
- vaksinasi hewan peliharaan secara rutin
- segera cuci luka setelah digigit hewan-hewan seperti anjing, kucing, monyet dan kera
- segera melapor ke RT/RW/aparat desa atau langsung ke Puskesmas/rumah sakit terdekat.
Sebagai tambahan informasi, tidak semua orang yang digigit hewan penular rabies dapat terpapar penyakit itu.

Share this article
Inilah hewan-hewan yang menularkan rabies serta cara penularan penyakit anjing gila yang disebebkan lyssa virus.