Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Virus Marburg, Belum Ada Vaksin atau Obat Khususnya!

Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

AYOJAKARTA.COM - Virus Marburg kini menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) termasuk pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia lantaran jumlah kasusnya berisiko.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril menghimbau agar pemerintah dan masyarakat tetap waspada atas risiko penyebaran Virus Marburg ini ke Indonesia.

Pasalnya tingkat kematian atau tingkat fatalitas kasus Virus Marburg ini mencapai lebih dari 88 persen.

Baca Juga: Viral Fenomena Bintang di Atas Bulan Sabit, Benarkah Tanda Malam Lailatul Qadar? Begini Penjelasan BRIN

Melansir laman resmi WHO, kasus penyakit Virus Marburg di Guinea Ekuatorial dilaporkan terjadi sejak 7 Februari 2023.

Dimana pihak Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Guinea Ekuatorial ini melaporkan satu kematian dengan gejala demam berdarah.

WHO melaporkan bahwa per 21 Februari 2023 lalu, total akumulasi kasusnya yakni 9 yang mana semua kasus telah meninggal.

Virus Marburg (filovirus) ini merupakan salah satu penyakit demam berdarah yang langka.

Namun Virus Marburg juga termasuk dalam virus paling mematikan karena tingkat fatalitasnya mencapai lebih dari 88 persen.

Virus ini menular dari kelelawar dengan spesies Rousettus aegyptiacus yang merupakan inang dari Virus Marburg.

Meski bukan spesies asli Indonesia dan belum ditemukan di sini, namun mobilitas Kelelawar ini melewati Indonesia.

Virus Marburg ini dapat menular melalui kontak langsung (melalui kulit yang rusak atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi.

Bahkan apabila Virus Marburg mengkontaminasi suatu permukaan dan bahan (misalnya selimut, pakaian) lalu terpapar oleh manusia maka akan berisiko tertular.

Melansir dari laman resminya, setelah dilakukan penilaian risiko cepat (rapid risk assessment), Kemenkes menyampaikan bahwa kemungkinan importasi kasus Virus Marburg ke Indonesia masih rendah.

Akan tetapi, masyarakat dan pemerintah diminta tetap waspada terhadap risiko penyebaran kasus Virus Marburg ke Indonesia.

"Kita perlu tetap melakukan kewaspadaan dini dan antisipasi terhadap penyakit virus Marburg," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril.

Virus Marburg ini sulit diidentifikasi, pasalnya gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tifus, dan demam berdarah.

Diantara gejala yang dapat muncul yakni demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, diare, dan perdarahan.

Lebih mengejutkan lagi, Virus Marburg ini bisa menyebabkan perdarahan pada beberapa organ tubuh.

Biasanya perdarahan pada organ seperti hidung, gusi, vagina atau bisa juga muncul melalui muntah feses.

Sejauh ini belum ada vaksin yang menjadi obat khusus untuk penyakit Virus Marburg.

Dimana vaksin strain Sabin dan vaksin Janssen masih dalam tahap proses pengembangan uji klinis.

"Belum ada obat khusus, pengobatan bersifat simtomatik dan suportif, yaitu mengobati komplikasi dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit," tutur dr. Syahril.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Virus Marburg
# Kemenkes
# WHO

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.