AYOJAKARTA.COM - Laga Arema Vs Persebaya yang digelar pada Sabtu, 01 Oktober akhinya memberikan kabar duka bagi sejumlah pecinta Sepak Bola di Tanah air.
Hal ini terjadi semenjak laga Arema Vs Persebaya yang diadakan di Stadion Kanjuruhan Malang berakhir Ricuh, sampai dikabarkan banyak menelan puluhan korban jiwa.
Adapun kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Arema Vs Persebaya itu dipicu, dari sejumlah oknum Suporter club berjuluk Singo edan yang tidak terima kekalahan saat menjamu Persebaya dimarkas kebanggan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Sindir Najwa Shihab: Ternyata Bestie Butuh Polisi
Diketahui dalam laga tersebut Persebaya Surabaya berhasil mencuri point dikandang arema dengan skor akhir 3-2.
Bagaimana kronologinya hingga memakan korban jiwa? simak di sini.
Setelah pluit pertandingan ditiup menandakan hasil akhir pertandingan. Sejumlah supporter Aremania langsung memanjat pagar dan berbondong-bondong memasuki lapangan pertandingan.
Oknum pendukung tersebut diduga saling berbentrokan dengan sejumlah supporter lain dan pihak keamanan, sehingga polisi langsung melepaskan gas air mata untuk meredam kericuhan.
Namun naasnya, sejumlah masa pendukung dan pihak kepolisian berjatuhan hingga memakan korban jiwa dari kedua belah pihak atas bentrokan yang terjadi di stadion dalam Stadion.
Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas dan mobil kepolisian pun ikut dihancurkan dan dibakar oleh sejumlah masa yang mengamuk dalam pertandingan tersebut.
Sehingga menambah panas situasi bentrok yang memancing tindak anarkis dari sejumlah masa yang ikut terlibar dalan kericuhan.
Baca Juga: Inul Daratista Unggah Lagu Seolah Sempurna, Dukungan untuk Lesti
Hingga pada peluit akhir dibunyikan, Arema tidak bisa menambah golnya dan harus menerima kekalahan, tragedi dimulai dari sini.
Terlihat para pemain yang tertunduk lesu dan kecewa, pelatih dan manager mendekati tribun timur dan meminta maaf dengan menunjukkan gestur.
Di sisi lain, ada seorang supporter yang mendekat dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati pemain yaitu Sergio Silva dan Maringa.
Baca Juga: Rezeki Masih Seret? Kata Buya Yahya Periksa Kebiasaan Buruk yang Masih Kamu Lakukan!
Supporter tersebut nampak memberikan motivasi dan kritik kepada pemain Arema tersebut.
Dari situ, kemudian ada beberapa oknum supporter yang ikut masuk dan memberikan luapan kekecewaan mereka kepada pemain Arema.
John Alfarizie nampak memberikan pengertian kepada oknum-oknum yang mendekat tersebut.
Namun, ternyata semakin banyak dari mereka yang berdatangan dan membuat kondisi semakin ricuh.
Dari berbagai sisi stadion, para supporter nampak ikut masuk untuk mengungkapkan kekecewaan mereka.
Tak hanya itu saja, benda-benda kemudian mulai dilempar ke arah lapangan dan supporter menjadi tidak terkendali.
Pada akhirnya, pemain digiring masuk ke dalam ruang ganti dengan dikawal oleh pihak yang berwajib.
Pihak aparat kemudian melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, menurut penulis utas perlakuan aparat terhadap supporter sangat kejam dan sadis.
Mulai dari melakukan pentung dengan tongkat panjang, pengeroyokan oleh aparat, hantaman tameng, dan banyak tindakan lainnya.
Akan tetap, saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter di sisi utara kemudian menyerang.
Dari sini, kemudian semakin banyak supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif.
Aparat kemudian menembakkan beberapa gas air mata ke arah supporter yang ada di lapangan, lalu berbanti supporter yang menyerang aparat dari sisi selatan dan utara.
Pada akhirnya, terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah supporter serta hujan lemparan benda dari sisi tribun.
Puluhan gas air mata ditembakkan ke arah supporter di setiap sudut lapangan yang dikelilingi gas air mata, ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton.
Para supporter yang panik karena tembakan gas air mata, kemudian membuat keadaan tribun semakin ricuh.
Mereka berlarian mencari pintu keluar, sayangnya semua pintu sudah penuh dan sesak karena semua orang panik akan serangan gas air mata.
Disebutkan bahwa dalam insiden tersebut juga banyak ibu-ibu, wanita, orang tua, dan anak kecil yang terlihat sesak tak berdaya.
Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata, tidak kuat untuk ikut berdesakan keluar stadion dengan pintu keluar yang semuanya penuh dan macet.
Di dalam stadion, orang-orang sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan dari berbagai arah, sedangkan untuk keluar stadion tidak bisa karena macet penuh sesak di pintu keluar.
Di sisi lain, di luar stadion nampak banyak orang yang terkapar dan pingsan karena telah terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.
Sekitar pukul 22.30, disebutkan masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat dan pengeroyokan supporter terhadap aparat.
Mereka menganggap aparat mengurung para supporter di dalam stadion dengan puluhan gas air mata, serta kemudian terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion.
Pembuat utas mengungkapkan bahwa kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.
Banyak supporter lemas bergelimpangan, terdengar teriakan dan tangisan wanita, terlihat orang-orang berlumuran darah, mobil hancur.
Terlihat juga batu batako, besi, dan bambu berterbangan, serta kalimat makian dan amarah yang dilontarkan.
Baca Juga: RILIS HARI INI! Inilah Link Nonton SPY x FAMILY Season 2 Sub Indo Gratis dan Legal!
Usai kericuhan Meletus, sejumlah pemain dari persebaya Surabaya langsung berlarian meninggalkan lapangan dengan menaiki mobil Polisi Barracuda untuk diamankan.
Sementara sejumlah pemain Arema Fc yang masih berada dilapangan tidak terlepas dari kejaran para suporter yang kecewa kepada para pemain setelah dikalahkan oleh rivalnya Persebaya Surabaya.
Hingga detik ini polisi beserta sejumlah tim medis sedang mengidentifikasi jumlah korban secara keseluruhan.
Tetapi untuk sampai malam tadi jumlah korban dari pihak kepolisian yang teridentifikasi berjumlah dua orang.
Kedua korban itu adalah anggota Polres Trenggalek yang sedang bertugas di stadion dengan nama Brigadir Andik dan Briptu Fajar. ***

Share this article
Hingga detik ini polisi beserta sejumlah tim medis sedang mengidentifikasi jumlah korban secara keseluruhan.