BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pola makan yang buruk dari sejumlah pesepak bola Indonesia tengah menjadi perbincangan hangat publik di media sosial.
Sebagai seorang atlet profesional, mereka sejatinya wajib menjaga pola makan dan asupan gizi untuk menjaga performa di lapangan.
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts pun memberikan komentarnya terkait pentingnya menjaga pola makan dan asupan gizi bagi seorang atlet.
Robert menyampaikan, di tim mana pun melatih, dirinya selalu meminta pemainnya untuk bisa menjaga pola makan dan asupan gizi yang baik.
Robert juga mengakui, merupakan sosok pelatih yang sangat ketat dalam memperhatikan pola makan dan asupan gizi seluruh anak asuhnya.
Khusus untuk Persib, dia juga memberikan perhatian lebih kepada para pemain soal makanan yang boleh dimakan dan tidak. Bahkan Robert merekrut Gilang Fauzi sebagai nutrisionis untuk skuad Pangeran Biru.
AYO BACA : Anggota Komisi X DPR Minta Pemain Timnas Jaga Pola Makan
"Di Persib, sejak saya bergabung, saya sudah memperhatikannya. Pemain diberi oleh Gilang, nutrisionis kami, program lengkap apa yang harus dimakan dan kapan mereka harus memakannya," kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA.
Robert menilai, para penggawa Maung Bandung cukup disiplin dalam menjalankan program nutrisi. Indikatornya terlihat dari berat badan pemain yang stabil meskipun sempat libur panjang karena pandemi Covid-19.
Robert juga menuturkan, sejak jeda kompetisi pertengahan Maret lalu, para pemain bisa menjaga pola makannya sehingga tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.
"Saya pikir secara umum pemain kami disiplin melaksanakan itu. Jika kalian melihat berat badan pemain, mereka cukup stabil soal berat badannya," katanya.
Pelatih asal Belanda itu juga selalu mengingatkan dan mengedukasi para pemainnya agar disiplin dalam menjaga pola makan. Terlebih, tim Persib secara ketat selalu mengawasi skuad Maung Bandung soal makanan yang mereka makan.
"Pemain mulai belajar dan memperbaiki kebiasaan mereka di Persib. Karena kami cukup ketat dalam mengawasi apa yang mereka makan," ujarnya.
AYO BACA : Persija Tingkatkan Porsi Latihan
Makanan Kesukaan
Nutrisionis Persib, Gilang Fauzi menuturkan, para pemain tetap diberikan satu hari untuk mengonsumsi makanan kesukaan mereka alias cheating day.
Namun Gilang mengatakan, hal itu tentunya dilakukan setelah diberikan edukasi oleh nutrisionis tim terkait efek atas makanan yang mereka konsumsi. Sebab kondisi tubuh para pemain harus selalu dalam keadaan ideal sehingga bisa tampil maksimal di setiap pertandingannya.
"Dari Senin sampai Sabtu jaga pola makan mereka, hari Minggu mereka boleh cheating day," kata Gilang di Stadion GBLA, Rabu (26/8/2020).
Meski diberikan kelonggaran satu hari dalam seminggu, Gilang tetap mewanti-wanti para pemain agar tak makan sembarangan saat cheating day.
Mereka harus mengontrol dan bertanggung jawab atas makanan yang dimakan. Pasalnya selama satu pekan, para pemain banyak mengeluarkan energi yang harus kembali diisi untuk bisa menjalani aktivitas secara optimal.
"Tapi (cheating day) dalam batas wajar karena tubuh mereka terlalu bersih, tidak akan ada energi karena lemas, kalau ada lemak ada cadangan sistem energi. Tapi saya ingatkan harus dalam batas wajar. Alhamdulillah setelah tiga pekan saya hitung progress-nya cukup baik," ujarnya. (Eneng Reni)
AYO BACA : Jelang Lanjutan Liga 1, Bek Persija Memperbaiki Kondisi Fisik

Share this article
Pola makan yang buruk dari sejumlah pesepak bola Indonesia tengah menjadi perbincangan hangat publik di media sosial.