JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Selangkah lagi, dua pebasket impor, Brandon Jawato dan Lester Prosper akan menjadi warga negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasi keduanya masih menunggu restu Presiden Joko Widodo.
Apabila mendapat persetujuan dari presiden, kedua pemain tinggal menunggu proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI.
AYO BACA : PT LIB Tunjuk Emtek sebagai Pemegang Hak Siar Liga 1 2020
Kabar baik tersebut diungkapkan manajer tim nasional (timnas) basket Indonesia, Maulana Fareza Tamrella. Dia berharap proses naturalisasi bisa segera selesai.
"Sore ini idealnya sudah mendapat tandatangan dari Presiden Joko Widodo. Tapi Brandon dan Lester harus tetap mengikuti RDP," ujar Fareza Tamrella saat dihubungi wartawan, Rabu (12/2/2020).
AYO BACA : Indonesia Kembangkan Obat Herbal untuk Jadi Vaksin Virus Korona
Senada dengan Mocha--sapaan akrab Fareza, Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Danny Kosasih turut menaruh harapan agar proses naturalisasi Brandon dan Lester bisa segera rampung.
Pasalnya, kedua pemain itu amat dibutuhkan skuat Merah Putih yang bakal menjalani ajang penting, Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 pada 20-23 Februari mendatang di Britama Arena, Jakarta.
Dalam windows pertama kualifikasi itu, Timnas basket Indonesia akan menghadapi dua tim kuat di Grup A yakni Korea Selatan dan Filipina.
"Windows pertama kita akan bertemu tim yang cukup berat yakni Korsel dan Filipina. Jadi saya kira pemain naturalisasi bisa sangat membantu," jelas Danny Kosasih di kawasan Sudirman, Jakarta.
Brandon Jawato dan Lester Prosper telah bergabung dengan Timnas basket Indonesia pada November 2019 lalu. Kendati proses naturalisasi belum rampung, mereka berdua bahkan sudah membela Indonesia di ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2020
AYO BACA : Samsung Galaxy Z Flip Diluncurkan, Cek Harga dan Spesifikasinya
Share this article
Selangkah lagi, dua pebasket impor, Brandon Jawato dan Lester Prosper akan menjadi warga negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasi keduanya masih menunggu restu Presiden Joko Widodo.