AYOJAKARTA.COM -- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terus memperkuat keandalan operasional dalam mendukung kelancaran distribusi energi di wilayah Banten dan sekitarnya.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem yang dihadiri langsung oleh Direktur Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar.
Fuel Terminal Tanjung Gerem sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung penyaluran energi ke 162 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah operasionalnya.
Selain mengevaluasi kesiapan fasilitas, kegiatan ini juga menitikberatkan pada implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan operasional.
Dalam pelaksanaan Management Walkthrough, Direktur Niaga PT Pertamina Patra Niaga Erwin Suryadi didampingi Group Head Operation PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB Taufan Enggar Surya, FT Manager Tanjung Gerem Yudha Whastu Wibowo, serta jajaran manajemen lainnya.
Agenda diawali dengan pemaparan mengenai kondisi operasional Fuel Terminal Tanjung Gerem oleh tim manajemen Regional Jawa Bagian Barat. Selanjutnya, Erwin memberikan arahan strategis yang dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama mengenai berbagai aspek operasional.
Forum tersebut membahas sejumlah hal penting, mulai dari kesiapan fasilitas distribusi energi, implementasi standar HSSE, hingga kondisi operasional SPBU yang menjadi bagian dari jaringan distribusi Fuel Terminal Tanjung Gerem.
Usai sesi diskusi, rombongan manajemen melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung sejumlah fasilitas operasional.
Peninjauan dilakukan di area Fuel Terminal Tanjung Gerem, Orbit Terminal Merak (OTM), serta kawasan Tanjung Sekong. Melalui kunjungan lapangan tersebut, manajemen memastikan seluruh infrastruktur pendukung distribusi energi berada dalam kondisi optimal.
Fasilitas yang menjadi fokus inspeksi meliputi area jetty, tangki penyimpanan, hingga berbagai sistem operasional yang mendukung proses penerimaan dan penyaluran bahan bakar.
Selain mengevaluasi kondisi fisik fasilitas, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan penerapan standar keselamatan kerja telah dijalankan secara konsisten di seluruh area operasional.
Salah satu perhatian utama dalam Management Walkthrough adalah implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Standar HSSE menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional Pertamina Patra Niaga karena berfungsi menjaga keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, perlindungan lingkungan, serta keberlangsungan distribusi energi.
Direktur Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi, menegaskan bahwa kegiatan Management Walkthrough merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh fasilitas operasional bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
Menurutnya, evaluasi secara langsung memberikan gambaran nyata mengenai kondisi operasional sekaligus memperkuat koordinasi antara manajemen dan tim di lapangan.
"Management Walkthrough menjadi salah satu sarana untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar. Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi serta budaya keselamatan di seluruh lini operasional Fuel Terminal Tanjung Gerem sehingga pelayanan distribusi energi kepada masyarakat Banten tetap terjaga secara optimal," ujar Erwin.
Group Head Operation PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Taufan Enggar Surya, menjelaskan bahwa kegiatan Management Walkthrough menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara manajemen dengan tim operasional.
Melalui kunjungan langsung ke lapangan, berbagai kondisi aktual dapat dievaluasi sehingga perusahaan mampu menyusun langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
Menurut Taufan, evaluasi secara berkala menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan sekaligus memastikan seluruh fasilitas tetap beroperasi secara optimal.
"Melalui Management Walkthrough ini kami dapat melihat langsung kondisi operasional, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta memastikan seluruh aspek keselamatan, keandalan fasilitas, dan pelayanan kepada pelanggan di wilayah Jawa Bagian Barat tetap menjadi prioritas. Dengan demikian, distribusi energi dapat berlangsung secara aman, andal, dan berkelanjutan," jelas Taufan.
Fuel Terminal Tanjung Gerem merupakan salah satu simpul penting dalam sistem distribusi energi Pertamina di wilayah Jawa Bagian Barat.
Terminal ini berperan sebagai pusat penerimaan, penyimpanan, serta penyaluran bahan bakar ke ratusan SPBU yang melayani kebutuhan masyarakat dan sektor industri.
Keandalan operasional terminal menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan energi sehingga aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat dapat berlangsung tanpa hambatan.
Karena itu, evaluasi berkala terhadap infrastruktur maupun sumber daya manusia menjadi langkah strategis yang terus dilakukan perusahaan.
Selain menjaga kesiapan fasilitas operasional, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses distribusi energi.
Perusahaan memastikan seluruh personel memahami prosedur operasional, standar keselamatan, serta mampu merespons berbagai tantangan di lapangan secara cepat dan tepat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam menghadirkan pelayanan energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Share this article
Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan Fuel Terminal Tanjung Gerem melalui Management Walkthrough guna menjaga distribusi energi ke 162 SPBU.