AYOJAKARTA.COM – Tragedi mengerikan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB menyita perhatian dunia, khusunya di dunia sepak bola.
Kerusuhan setelah pertandingan derby antara Arema FC VS Persabaya Surabaya itu telah menelan banyak korban jiwa. Polda Jawa Timur merilis pernyataan pada Minggu (2/10/2022) pagi, jumlah korban meninggal mencapai 127 orang, 125 orang adalah supporter Arema dan dua lainnya merupakan anggota kepolisian.
Dari banyaknya ucapan bela sungkawa dari penjuru dunia, salah satunya datang dari Klub Bola Barcelona, dalam unggahan Twitter FC Barcelona memposting sebuah pesan bela sungkawa dan doa terkait Tragedi Kanjuruhan tersebut.
Baca Juga: Netizen soal Tragedi Kanjuruhan: Belum Ada Satupun yang Berani Katakan 'Saya Bertanggung Jawab'
“FC Barcelona is pained by the tragic events at Kanjuruhan Stadium in Indonesia and rejects all acts of violence both on and off the field. Our heartfelt condolences go out to the families and friends of the victims,” tulis akun @FCBarcelona.
Sama halnya seperti FC Barcelona, unggahan pesan bela sungkawa juga diberikan oleh FC Barcelona Indonesia melalui Twitter.
“FC Barcelona turut berduka atas tragedi yang terjadi di #kanjuruhan dan kami menolak segala Tindakan kekerasan di dalam dan di luar stadion. Belasungkawa sedalamnya bagi para korban dan keluarga mereka #Indobarca,” ujar akun @fcbarcelona_id
Kericuhan tak dapat dihindari di stadion yang menjadi markas Arema FC itu. Aremania (sapaan supporter Arema FC) turun ke lapangan setelah tim kebanggan mereka kalah dari rivalnya bebuyutannya.
Baca Juga: Tengah Duka Tragedi Kanjuruhan, Menpora Berharap Tidak Terkena Sanksi FIFA
Situasi yang semakin tidak terkendali memaksa petugas keamanan untuk bertindak. Alhasil, kericuhan dan kepanikan terjadi, terutama di area tribune Stadion Kanjuruhan.
Banyak korban yang berjatuhan, baik karena sesak napas maupun karena terinjak-injak. Pintu keluar stadion juga ditutup menyebabkan tidak adanya akses untuk melarikan diri, banyak korban yang tergeletak, dan beberapa di antaranya tidak lagi bernapas.
Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr Nico Afinta, mengungkapan alasan apparat keamanan menembakkan gas air mata saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, setelah pertandingan Arema FC VS Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.
Padahal sebenarnya pembubaran suporter menggunakan gas air mata tidak diperbolehkan dalam aturan FIFA. Itu tercantum dalam FIFA stadium safety and security regulation.
Di pasal 19, poin b, disebutkan tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali masa.
Baca Juga: Beredar Foto Nikita Mirzani Dipangku Ferdy Sambo, Ini yang Sebenarnya Terjadi!
Namun Kapolda Jatim menjelaskan mengapa pihak keamanan menggunakan gas air mata karena suporter sudah mulai anarkis dengan melakukan perlawanan kepada petugas dan melakukan pengrusakan kendaaraan.
"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta.
Tragedi Kanjuruhan ini sangat dikecam oleh seluruh dunia, dan diharapkan tidak akan terjadi lagi hal seperti ini di dunia sepak bola. Karena tidak ada pertandingan bola yang lebih berharga dari nyawa.***
Penulis: Farahiya Fakhrana.

Share this article
Dari banyaknya ucapan bela sungkawa dari penjuru dunia, salah satunya datang dari Klub Bola Barcelona, dalam unggahan Twitter FC Barcelona.