AYOJAKARTA.COM – Piala Dunia 2022 akan menjadi kesempatan terakhir Messi untuk bisa memenangkan laga ini mengingat ia sudah memasuki usia pensiun.
Sama halnya ketika Argentina meraih kemenangan di Copa America 2021, pemain-pemain satu tim Messi tidak hanya bermain untuk Argentina saja tapi juga untuk Messi.
Argentina pernah sukses membawa pulang Piala Dunia pada tahun 1986 Meksiko dengan mengalahkan Inggris dan dimotori oleh Diego Maradona, inspirasi terakhir Argentina sebelum Messi.
Kemenangan Argentina dalam Piala Dunia merupakan pembalasan paling paripurna kepada Inggris yang saat itu merebut salah satu daerah kepulauan di Argentina.
Setahun setelah kemenangan Argentina pada Piala Dunia, lahirlah Lionel Messi. Keterampilan Messi dari kecil dalam bermain bola akhirnya membawanya ke klub besar Barcelona.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Narasi Newsroom pada Kamis, 15 Desember 2022, Messi mulai mengukir sejarah dalam Barcelona dengan memperoleh 35 trofi selama ia berada di tim tersebut, mulai dari pertandingan lokal hingga internasional.
Messi juga mendapatkan berbagai trofi bergengsi, gelar pribadi dengan meraih 7 Ballon d’Or yang rekornya belum bisa dipecahkan siapapun sampai saat ini.
Baca Juga: Preview Semifinal Piala Dunia 2022: Link Streaming Prancis vs Maroko, Klik di Sini!
Bahkan jumlah gol yang dihasilkan Messi sangat mengesankan. Dalam 778 pertandingan yang ia ikuti, Messi berhasil menghasilkan 678 total gol.
Prestasi-prestasi yang berhasil diraih Messi tentu membuatnya dicintai fans Barca, namun ini tidak berlaku untuk warga Argentina.
Messi bahkan dicap tidak punya hati dan jiwa patriotisme kepada negaranya Argentina dan menyebutnya sebagai sebuah kegagalan.
Pasalnya warga Argentina memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap Messi namun ia belum berhasil membawa Argentina menjuarai Piala Dunia maupun Copa America.
Terhitung sudah 4 kali Argentina masuk final turnamen utama. 2007, 2015 dan 2016 pada Copa Amerika dan pada tahun 2014 pada Piala Dunia, tapi semua berakhir dengan kekalahan.
Baca Juga: Stadion 974, Venue Terbaik di Piala Dunia Qatar 2022 Kini Telah Dibongkar
Messi sempat memutuskan untuk mengundurkan diri dari timnas saat gagal dalam Copa Amerika 2016 hal ini karena tidak sanggup menanggung kegagalan berturut-turut.
Karena kegagalan Messi di timnas maka ia sering dibanding-bandingkan dengan Maradona yang adalah inspirasi terakhir Argentina.
Warga Argentina kemudian tidak peduli dengan segudang prestasi yang diraihnya lewat Barca, jika ia belum bisa membawa Argentina juara Piala Dunia maka tempatnya masih dianggap di bawah Maradona.
Akar masalah ketidakpuasan Argentina kepada Messi adalah karena selama 1 abad Argentina telah diperbudak oleh gagasan keagungan mereka yang hilang.
Dari mulai perang, krisis ekonomi, rezim diktator, pelanggaran HAM, pembunuhan, hingga kemiskinan membuat Argentina tidak bisa menjadi negara adidaya di dunia.
Oleh karena itu Argentina akhirnya mencari keunggulan melalui keberhasilan individu, dan Messi dinilai tidak bisa mewujudkannya.
Tapi saat tangis Messi pecah di 2016 lalu, respon publik berubah menjadi menyerukan namanya di setiap sudut.
Dukungan ini berhasil membawa Messi dan timnas Argentina meraih Copa America 2021. Pemain timnas Argentina sontak saja memeluk Messi pada saat mengangkat trofi sambil berteriak “Kami melakukan ini untukmu!”.***

Share this article
Final Piala Dunia 2022 akan menjadi kesempatan terakhir Messi untuk bisa memenangkan laga bersama Argentina sebelum pensiun.