AYOJAKARTA.COM - 'Kiamat' smartphone rupanya benar adanya dan akan segera terjadi.
Untuk mempersiapkan 'kiamat' smartphone ini, pendiri Microsof Bill Gates bahkan mengungkapkan teknologi yang bisa menggantikan telepon pintar ini.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman Marca pada Jumat (23/9/2022) teknologi baru ini bernama tato elektronik.
Baca Juga: Bill Gates dan Melinda Gates Putuskan Bercerai!
Tato elektronik saat ini sedang dalam tahap pengembangan oleh perusahaan berbasis bioteknologi Chaotic Moon.
Pembuatan tato elektronik bertujuan menganalisa dan mengumpulkan informasi dari tubuh manusia.
Disebutkan bahwa tato elektronik ini berisi tentang informasi medis dan olahraga.
Baca Juga: Usai Pandemi Covid-19 Terbukti, Ini Dua Ramalan Bill Gates di Masa Depan
Nantinya, data yang bisa didapat akan mencegah serta mengendalikan penyakit yang dimiliki pengguna.
Teknologi ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja fisik dan olahraga, dengan melihat tanda-tanda vital.
Tato elektronik ini nantinya diletakkan pada kulit dengan sensor kecil serta pelacak yang mengirim dan menerima informasi melalui tinta khusus yang mengantarkan listrik.
Baca Juga: Bill Gates Ramal 2 Bencana Mengintai Manusia, Lebih Parah Ketimbang Pandemi
Kemudian akan mengirim dan menerima informasi dari tinta khusus tersebut.
Meski sangat canggih, Bill Gates mengaku belum puas dengan penggunaan tato elektronik ini.
Ia lantas mengatakan teknologi ini harus bisa menggantikan smartphone.
Baca Juga: 10 Tips Bijak Keuangan dari Bill Gates
Bisa diartikan, Bill Gates menginginkan tato elektronik ini menghadirkan fungsi persis seperti yang dihadirkan teknologi ponsel saat ini.
Mulai dari menelepon, mengirim pesan hingga mencari alamat.
Namun sayang, hingga saat ini belum diketahui kapan tato elektronik bisa diaplikasikan ke masyarakat.
Dalam sebuah laporan, Bill Gates dan tim saat ini tengah mencari cara agar tato elektronik bisa digunakan oleh orang.***

Share this article
Bill Gates bocorkan teknologi canggih terbaru bernama tato elektronik, benarkah akan menjadi pengganti smartphone?