AYOJAKARTA.COM - Indonesia saat ini adalah salah satu pengguna internet tertinggi di dunia.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII menunjukkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2022 mencapai atau 210 juta orang, dari total penduduk Indonesia sekitar 275 juta orang.
Artinya, populasi pengguna internet Indonesia mencapai 76,26 populasi penduduk Indonesia. Pertumbuhan fantastis itu terutama terjadi di masa pandemi covid-19 lalu.
Baca Juga: Inilah Rekomendasi Game Android MMORPG 2023, Nikmati Grafik Petualangan yang Memukau!
Sebelum masa pandemi, pengguna internet angkanya masih 175 juta orang.
Terbatasnya mobilitas selama pandemi membuat hampir semua aktivitas masyarakat dilakukan secara online.
Alhasil pengguna internet selama covid melonjak sebesar 35 juta hingga mencapai angka saat ini 210 juta.
Baca Juga: Suka Bikin Risih, Cara Melacak Nomor Tak Dikenal! Jangan Sampai Kena Tipu
Dari 210 juta pengguna internet tersebut yang bermedia sosial sebanyak 191,4 juta orang. Masyarakat Indonesia saat ini tidak bisa dilepaskan dari sosial media.
Pengguna sosial media tak mengenal gender, usia dan waktu.
Penggunaan sosial media yang sangat masif ini tak lepas dari penggunaan internet yang terus melonjak dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Makin Keren! WhatsApp Siapkan Fitur Baru Editor Teks, Bisa Diubah Sesuai Keinginan, Canggih Nih
Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang melek internet, informasi dapat diakses lebih mudah dan cepat.
Di era digital ini internet bisa sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi, baik untuk kepentingan edukasi, bisnis, maupun hiburan.
Namun, kita perlu berhati-hati karena jumlah hoax atau berita bohong yang tersebar semakin banyak.
Hoax adalah sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun 'dijual sebagai kebenaran’.
Data Kemenkominfo menyebutkan bahwa ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu.
Tahun 2019 Kominfo melakukan sebuah survei hasilnya ditemukan 67,2 persen hoaks atau berita bohong adalah terkait isu politik yang didominasi lewat medsos.
Baca Juga: Penyadap Mengintai? Simak 5 Tanda WhatsApp Disadap, Pastikan Kamu Lakukan Ini
Dan tahun 2023 hingga 2024 mendatang yang merupakan tahun politik dikhawatirkan konten hoax akan semakin masif.
Prihatin dengan tingginya konten hoax di internet dan media sosial, Watchdoc Documentary menyelenggarakan Pelatihan Produksi Video Menggunakan Smartphone. Pelatihan itu digelar di Indramayu, Jawa Barat 25-27 Januari 2023.
Menurut Ketua Penyelenggaraa, Ari Trismana peserta pelatihan berjumlah 20 orang dan berasal dari beragam organisasi ataupun komunitas di Indramayu.
Baca Juga: Awas Tergiur! Ini 80 Daftar Pinjol Ilegal Tahun 2023 yang Masih Aktif di Google Play Store
Diantaranya DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Women March, Female Plus, Boomers, Yayasan Bening, Youth Activsim Rumah Cemara, SLB Mutiara Hati dan mahasiswa Universitas Wiralodra.
Peserta pelatihan mendapatkan materi teknik produksi video baik teori maupun praktek yakni teori penulisan naskah, pengambilan gambar dengan smartphone dan editing.
Ari Trismana mengatakan pelatihan kali ini sengaja mengambil smartphone sebagai alat produksi karena hampir semua orang saat ini memiliki smartphone yang sudah dilengkapi kamera.
Baca Juga: Canggih! Voice Note Kini Bisa Jadi Status WhatsApp, Begini Caranya
Dengan penguasaan produksi video yang baik, diharapkan peserta pelatihan bisa menghasilkan video-video dengan tema-tema dengan latar belakang organisasi ataupun komunitas masing-masing.
Video-video positif itu diharapkan bisa menjadi informasi alternatif untuk menangkal kian maraknya hoax yang berkembang di masyarakat.
Pengurus DPC SBMI Indramayu, Inih Carkinih mengapresiasi pelatihan produksi video menggunakan smartphone ini.
Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat bagi SBMI Indramayu karena isu-isu terkait permasalahan buruh migran perlu dikampanyekan secara masif melalui media sosial, salah satunya dengan menggunakan video.
Indramayu selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah pekerja buruh migran yang sangat banyak.
Pelatihan produksi video dengan menggunakan smartphone ini adalah yang kedua setelah pelatihan pertama digelar di kota Batu, akhir tahun 2022.
Dalam waktu dekat, Watchdoc akan kembali menggelar pelatihan produksi video dengan menggunakan smaartphone di kota lain.***

Share this article
Watchdoc Documentary gelar Pelatihan Produksi Video menggunakan smartphone di Indramayu untuk menagkal hoaks.