AYOJAKARTA.COM -- Apple menghadapi tantangan dalam rencana investasinya di Indonesia, terutama terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dinilai masih rendah.
Meskipun perusahaan teknologi raksasa ini berencana untuk menginvestasikan sekitar USD 1 miliar untuk membangun pabrik di Indonesia, negosiasi dengan pemerintah belum menunjukkan kemajuan.
Pemerintah Indonesia menginginkan pihak Apple membangun pabrik dengan TKDN 30 persen dari produk Apple.
Namun, pihak Apple akan membangun pabrik hanya fokus memproduksi perangkat AirTag, sebagai bagian dari investasi tahap pertama.
Diah Ayu Febriani peneliti ekonomi Digital dari Celios sebagaimana dikutip dari tnOnenewsroom, menyatakan bahwa salah satu faktor utama yang membuat Apple ragu untuk mengalokasikan modalnya di Indonesia dikarenakan kurangnya kualitas sumber daya manusia.
Indonesia memiliki posisi yang kurang baik dalam Human Capital Index dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia.
Baca Juga: Menteri Perindustrian Ungkap Syarat Mutlak yang Membuat Apple Tambah Bimbang Masuk Pasar Indonesia
Hal ini mempengaruhi persepsi investor terhadap potensi tenaga kerja lokal dalam memenuhi kebutuhan industri teknologi canggih.
Saat ini, Indonesia hanya mampu menyuplai 4 dari 250-390 komponen yang diperlukan untuk produk Apple, sementara Vietnam menyuplai sekitar 70% kebutuhan komponen tersebut.
Indeks kompetensi global Indonesia masih tertinggal, yang menunjukkan bahwa kemampuan SDM dalam negeri belum cukup untuk mengikuti perkembangan teknologi tinggi yang dimiliki Apple.
Baca Juga: Alasan Kuat Mengapa Apple Masih Belum Bisa Memenuhi Persyaratan TKDN yang Diminta Indonesia
Peneliti ekonomi digital dari CELIOS tersebut menekankan pentingnya pelatihan dan pendidikan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
Selain masalah SDM, faktor birokrasi yang kompleks dan rantai pasok yang tidak efisien juga menjadi hambatan bagi Apple.
Proses administrasi di Indonesia lebih panjang dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam, yang memiliki prosedur lebih sederhana untuk memulai usaha.
Kualitas SDM yang rendah, ditambah dengan masalah birokrasi dan rantai pasok, menjadi alasan utama mengapa Apple enggan berinvestasi lebih besar di Indonesia.
Baca Juga: Apple Terancam Kehilangan Pasar Rp151 Triliun di Indonesia, Ini Penyebabnya!
Untuk menarik perhatian investor asing seperti Apple, pemerintah perlu melakukan perbaikan signifikan dalam hal pendidikan dan pelatihan SDM serta menyederhanakan proses birokrasi agar lebih efisien.***

Share this article
Apple menghadapi tantangan dalam rencana investasinya di Indonesia, terutama terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).