AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kabar seorang anak di bawah umur yang dinikahi pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Lumajang.
Pernikahan anak di bawah umur dengan pengasuh ponpes di Lumajang ini menjadi perhatian publik karena dilakukan tanpa seizin orang tua kandung hingga membuat ayah korban menangis.
Publik pun menjadi bertanya-tanya mengapa anak di bawah umur itu bisa dinikahi pengasuh Ponpes tanpa seizin orang tua kandung.
Dikutip Ayojakarta dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, korban akhirnya angkat bicara didampingi ayah kandungnya.
Korban mengaku bahwa awalnya pelaku yang berinisial ME mendapatkan nomor kontaknya dari teman pelaku yang sempat ditolak cintanya.
Kemudian, pelaku mengirim pesan dan menanyakan kenapa korban menolak temannya.
“Awalnya itu dia dapat nomor saya dari temannya, temannya ini kan kayak suka sama saya habis itu kan saya nolak,” kata.
Selanjutnya, pengasuh ponpes tersebut langsung mendekati korban dan terus merayunya untuk mau dengannya.
“Terakhir dia bilang gini “saya harus ngeyakinin kamu kaya gimana biar kamu itu mau sama saya” gitu,” kata korban.
“Dia kayak mohon-mohon gitu kan, akhirnya saya mau. Pertama saya udah bilang saya nggak mau, saya nggak boleh nikah sama orang yang udah punya istri,” tambahnya.
Sempat menolak, namun pelaku langsung mengajak korban yang saat itu masih berusia 16 tahun untuk menikah tanpa izin orang tua.
“Intinya saya nggak mau tapi dia malah ngajak nikah tanpa sepengetahuan orang tua,” ujarnya.
Mirisnya lagi, menurut keterangan korban, pelaku sendiri yang melangsungkan akad tanpa ada penghulu dengan mengatas namakan memakai Mahzab Hanafi.
“Pas awalnya saya juga bingung kan, dia kan pake mahzab hanafi gitu, nggak apa-apa itu tanpa wali katanya dia tapi kan saya nggak tahu mahzab hanafi kaya gimana,” jelasnya.
Terkait alasan mengapa korban mau dinikahi tanpa wali, ayah korban mengatakan bahwa anaknya diduga diiming-imingi harta hingga dijanjikan masuk surga.
“Karena dia diiming-imingi harta, nanti kalau dinikahin akan masuk surga gitu, nanti kalau dinikahi akan dikasih uang begini begitulah,” kata ayah korban,” kata ayah korban.***

Share this article
Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kabar seorang anak di bawah umur yang dinikahi pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Lumajang.